Pelajar SMA di Cirebon Ikuti Youth Parliamentary Chapter, Belajar Langsung Mekanisme Legislatif

Guilo / Riant Subekti
Para peserta disambut langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Dr. Sophi Zulfia, S.H., M.H., serta Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Cirebon, H. R. Hasan Basori, S.E., M.Si., yang turut menjadi pemateri. Foto : Guilo/ iNewsCirebon

CIREBON, iNewsCirebon.id– Komunitas InterAksi, organisasi pendidikan politik yang digagas mahasiswa FISIPOL Universitas Gadjah Mada (UGM), kembali menggelar program edukatif bertajuk Youth Parliamentary Chapter Cirebon di Kota Udang, Jumat (31/1/2026). Kegiatan yang berlangsung di Kantor Bupati Kabupaten Cirebon ini menjadi lanjutan dari kesuksesan rangkaian agenda nasional InterAksi sebelumnya di Semarang dan Yogyakarta.

Program ini dirancang khusus bagi pelajar SMA dengan tujuan mengenalkan lebih dekat fungsi dan peran lembaga legislatif dalam sistem pemerintahan. Para peserta disambut langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Dr. Sophi Zulfia, S.H., M.H., serta Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Cirebon, H. R. Hasan Basori, S.E., M.Si., yang turut menjadi pemateri.

Dalam sambutannya, Dr. Sophi Zulfia menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan edukasi politik bagi generasi muda. Ia berharap forum ini dapat terus berlanjut dan menjadi ruang diskusi yang melahirkan ide-ide inovatif bagi pembangunan Kabupaten Cirebon.

“Harapan saya, ke depan forum seperti ini bisa menghadirkan diskusi lanjutan yang melahirkan gagasan segar untuk kemajuan daerah,” ujarnya.

Founder InterAksi, M. Faiz Wildan, menjelaskan bahwa pendekatan pendidikan politik yang digunakan kali ini dibuat lebih interaktif dan komunikatif. Menurutnya, metode dua arah ini bertujuan agar peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga aktif berdialog dengan para narasumber.

Senada dengan itu, Project Officer kegiatan, M. Hafidz Erlangga, menegaskan pentingnya dialektika nyata dalam forum pembelajaran. “Kami ingin peserta berperan aktif, bukan hanya belajar, tetapi juga bertukar gagasan langsung dengan narasumber,” ungkapnya.

Untuk memperkuat pemahaman akademik, InterAksi turut menghadirkan pakar dari Fakultas Hukum Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ), Dr. M. Sigit Gunawan, S.H., M.Kn. Puncak kegiatan diisi dengan simulasi Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang melibatkan peserta dalam peran strategis sebagai pihak pro dan kontra.

Isu utama yang diangkat dalam simulasi tersebut adalah evaluasi perizinan pembangunan perumahan serta penegakan hukum terhadap pelanggaran sempadan sungai sebagai upaya penanggulangan banjir di Kabupaten Cirebon.

Dalam skenario simulasi, pembangunan perumahan tetap berjalan melalui kemenangan tim pro, yang kemudian memicu sesi lanjutan berupa simulasi demonstrasi oleh pihak kontra. Aksi tersebut diakhiri dengan proses mediasi untuk mencabut perizinan pembangunan.

Hafidz Erlangga menekankan bahwa pengalaman ini penting untuk melatih peserta menyampaikan aspirasi secara tertib dan konstruktif.

“Peserta belajar bahwa demonstrasi yang baik bukan soal emosi, tetapi bagaimana menyampaikan aspirasi dengan terorganisir dan bermakna,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, InterAksi berharap generasi muda semakin memahami mekanisme demokrasi serta peran aktif masyarakat dalam mengawal kebijakan publik secara cerdas dan bertanggung jawab.

Editor : Rebecca

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network