KUNINGAN, iNewsCirebon.id - Kematian ikan dewa secara massal terjadi di kawasan Balong Girang, Cigugur, Kabupaten Kuningan. Peristiwa ini menjadi kejadian pertama dalam kurun waktu 15 tahun terakhir dan mengakibatkan puluhan ikan dewa dewasa ditemukan mati dalam beberapa hari terakhir.
Manajer Operasional Balong Girang Cigugur, Rohman Sutadi, menjelaskan bahwa kematian ikan terjadi secara bertahap sejak Kamis (29/1/2026). Pada hari pertama, sebanyak 14 ekor ikan ditemukan mati, lalu berlanjut hingga total sekitar 50 ekor dalam kurun tiga hari.
Menurut Rohman, sebelum kejadian tidak ditemukan tanda-tanda mencurigakan pada perilaku ikan. Aktivitas ikan dewa terpantau normal seperti hari-hari sebelumnya, sehingga kematian tersebut terjadi secara mendadak.
DIa menduga cuaca ekstrem yang melanda wilayah Cigugur menjadi faktor utama penyebab kematian ikan. Hujan deras yang turun terus-menerus dari pagi hingga malam dalam beberapa hari terakhir dinilai memengaruhi kondisi air dan habitat alami ikan dewa.
Untuk mencegah kejadian serupa terulang, pengelola melakukan langkah antisipasi dengan mengarantina ikan yang masih hidup. Ikan-ikan tersebut dipindahkan ke kolam khusus guna memudahkan pemantauan kondisi kesehatan.
Selain itu, pihak pengelola juga melakukan perawatan dengan metode penggaraman serta pemberian herbal guna membantu memulihkan kualitas habitat air. Upaya ini diharapkan mampu menstabilkan kondisi lingkungan kolam dan menjaga kelangsungan populasi ikan dewa.
Secara keseluruhan, populasi ikan dewa di Balong Girang diperkirakan mencapai sekitar 1.000 ekor yang menempati kolam seluas kurang lebih 500 meter persegi.
Editor : Rebecca
Artikel Terkait
