Apa Itu Suar Matahari? Simak Definisi dan Dampaknya Bagi Bumi

Dini Listiyani
.
Kamis, 23 Juni 2022 | 13:03 WIB
Ilustrasi Badai Matahari bakal hantam Bumi. (Foto: doc. iNews.id)

JAKARTA, iNews.id - Suar Matahari besar yang akan datang kemungkinan akan berdampak pada internet atau bahkan jaringan listrik

Secara teori itu mungkin, tapi ada juga faktor lain yang bisa membuatnya seperti itu. Suar Matahari adalah ledakan besar, atau letusan, radiasi elektromagnetik dari Matahari. 

Seberapa besar? NASA mengatakan itu energi sebanyak satu miliar senjata nuklir satu megaton.  

Beruntung, Matahari jauh dan luar angkasa sangat luas. Semua energi itu tidak terkonsentrasi di ruang terbatas yang bisa berhubungan dengan manusia. 
Sebaliknya, suar akan menghilang dan badai Matahari mungkin menuju ke Bumi dalam beberapa menit. 

Bisakah berdampak parah? 

Ya, tentu saja. Pada 1859 saluran telegraf menangkap sebagian kecil dari energi ini yang menyebabkan kertas telegraf menyala di beberapa tempat di Amerika Serikat (AS) dan Eropa, sebagaimana dikutip dari Ubergizmo.  

Pada 1972, AT&T mengalami beberapa pemutusan komunikasi dan mendesain ulang infrastrukturnya untuk mengatasi badai Matahari. 

Pada 1989, enam juta orang  Kanada dibiarkan tanpa listrik selama sembilan jam usai suar Matahari melelehkan jaringan. 

Peristiwa ini parah tapi tidak mendekati nada apokaliptik dari beberapa laporan. Beruntung, permukaan Bumi dilindungi medan elektromagnetik dan atmosfernya. 
Hanya sebagian kecil dari energi awal yang mencapai menyebabkan kerusakan yang disebut di atas.  Suar Matahari paling signifikan yang pernah tecatat terjadi pada 2 April 2001, tidak ada yang mengingat peristiwa itu. 

Sekarang, kerusakan cenderung terjadi di orbit, di maa satelit berada dia atas atmosfer dan lebih terbuka.  Ada beberapa contoh satelit yang dirusak oleh peristiwa semacam ini, tapi secara keseluruhan, semburan Matahari menjadi perhatian badan antariksa dibanding orang biasa di Bumi. 

Di San Francisco, ada banyak pemadaman listrik karena kebakaran hutan atau spekulasi dibanding jilatan api Matahari. 

Editor : Miftahudin
Bagikan Artikel Ini