get app
inews
Aa Text
Read Next : Momen Haru di Ramadan, Anak Yatim dan Abang Becak Diajak Menikmati Bioskop dan Santunan

Aroma Tak Sedap di Gedung DPRD Cirebon, Isu Titip Proyek Jadi Sorotan Aktivis Anti Korupsi

Jum'at, 13 Februari 2026 | 10:36 WIB
header img
Aktivis anti korupsi Kabupaten cirebon, Asep Supriadi. Foto : Riant Subekti

CIREBON, iNewsCirebon.id– Gelombang isu dugaan permainan uang di lingkungan DPRD Kabupaten Cirebon kian membesar. Aroma konflik internal antaranggota dewan disebut menjadi pemicu terbukanya praktik yang selama ini diduga tertutup rapat.

Riak perseteruan yang awalnya hanya beredar di lingkaran dalam, kini mencuat ke publik. Sumber menyebut, ketegangan dipicu ketidakpuasan sejumlah anggota terhadap dugaan praktik pembagian kepentingan anggaran yang dinilai tidak transparan.

Aktivis anti korupsi Asep Supriadi, angkat bicara. Ia menyebut situasi di tubuh DPRD Kabupaten Cirebon saat ini sudah tidak lagi bisa dianggap sekadar dinamika politik biasa.

“Kami mendapat informasi ada oknum yang bermain dalam proses anggaran. Kalau benar ada praktik titip-menitip proyek atau intervensi di luar mekanisme, itu jelas bentuk penyalahgunaan kewenangan,” ujar Asep, Kamis (12/2/2026).

Menurutnya, mencuatnya isu ini tak lepas dari konflik kepentingan di internal dewan sendiri. Ketika ada yang merasa tidak kebagian atau tidak dilibatkan, persoalan pun mulai terbuka ke permukaan.

“Biasanya yang rapi itu terbongkar karena ada konflik di dalam. Ini jadi pintu masuk bagi penegak hukum. Jangan sampai uang rakyat dipermainkan,” tegasnya.

Asep juga menyinggung dugaan adanya praktik “titip paksa” program kegiatan di luar pokok pikiran (pokir) resmi, hingga indikasi penggunaan pihak ketiga sebagai kedok pelaksanaan proyek tertentu.

Ia mendesak Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon untuk tidak tinggal diam. Menurutnya, jika memang ada indikasi kuat, proses hukum harus segera berjalan tanpa pandang bulu.

“Kami minta Kejari turun tangan. Jangan tunggu viral atau gaduh lebih besar. Kalau ada bukti, panggil dan periksa semua yang terlibat,” katanya. 

" bukan soal saling menjatuhkan antaranggota dewan. Ini soal integritas lembaga dan kepercayaan publik. Kalau ada yang bermain-main dengan APBD, harus siap berhadapan dengan hukum,” tandasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pimpinan DPRD Kabupaten Cirebon belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan tersebut. iNews Cirebon masih berupaya menghubungi pihak terkait untuk mendapatkan konfirmasi dan klarifikasi.

Editor : Rebecca

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut