Menurut Nasirudin, pemandu yang videonya ramai diperbincangkan merupakan sosok yang masih baru di kawasan Makam Sunan Gunung Jati. Meski berasal dari Desa Astana, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon, pemandu tersebut dinilai belum memiliki pemahaman mendalam mengenai sejarah dan makna situs-situs yang ada di kompleks makam.
“Yang kemarin viral itu salah seorang pemandu ziarah. Saya tidak tahu persis namanya, tapi memang rumahnya di Desa Astana. Dia itu masih baru, baru belajar membantu memandu tamu-tamu yang datang berziarah,” ujar Nasirudin, Kamis (8/1/2026).
Ia pun mengimbau para peziarah agar lebih selektif dalam memilih jasa pemandu.
Menurutnya, di Kompleks Makam Sunan Gunung Jati telah tersedia petugas resmi yang kompeten dan memahami sejarah, filosofi, serta nilai-nilai yang diwariskan oleh Sunan Gunung Jati.
“Carilah pemandu yang memang kompeten. Di sini ada petugas kami yang siap 24 jam, mengenakan pakaian adat tradisi yang sudah berlaku secara turun-temurun,” jelasnya.
Editor : Rebecca
Artikel Terkait
