Liga 3 seri 2 Jawa Barat Berakhir, ini Kata Ketua Asprov PSSI

Dede Kurniawan
.
Sabtu, 01 Oktober 2022 | 23:07 WIB
Ketua Asososiasi Provinsi (Asporv) PSSI Jawa Barat Tommy Apriantono mengapresiasi pelaksanaan liga 3 seri 2 Jawa Barat yang sudah dilaksanakan dengan baik di Cirebon. (Foto: Dede Kurniawan)

KOTA CIREBON, iNewsCirebon.id Liga 3 seri 2 Jawa Barat 2022 telah berakhir, ini kata Ketua Asprov PSSI Jawa Barat. Liga 3 seri 2 Jawa Barat telah menyelesaikan pertandingan dimana Al Jabbar FC Cirebon berhasil menjadi pemenang dalam ajang tersebut.

Al Jabbar FC keluar sebagai juara Liga 3 seri 2 Jawa Barat setelah dalam babak final yang diselenggarakan di Stadion Bima Kota Cirebon, Sabtu (1/10/2022) berhasil mengalahkan tim satu daerahnya yakni PSGJ Cirebon. Dalam pertandingan tersebut, Al Jabbar FC menang tipis 1-0 atas PSGJ.

Menanggapi berakhirnya kompetisi liga 3 seri 1 Jawa Barat, Ketua Asososiasi Provinsi (Asporv) PSSI Jawa Barat Tommy Apriantono mengapresiasi pelaksanaan liga 3 seri 2 Jawa Barat yang sudah dilaksanakan dengan baik di Cirebon dan sekitarnya. Namun ada beberapa tim yang belum belajar menerima kekalahan.

"Kemarin masih ada yang protes menuduh salah satu tim peserta Liga 3 seri 2 ini melakukan praktek suap dan lain sebagainya, padahal kami sendiri sudah sepakat dari awal Kalau Asprov Jabar akan menjaga pertandingan dan menjungjung tinggi fair play," ujar Ketua Asprov PSSI Jawa Barat Tommy.

Dikatakan Tommy,  ada dua tim yang mengajukan protes ke Asprov Jawa Barat yakni Persikad Depok dan Maung Bandung. Komdis sendiri menurut Tommy sudah memutuskan perihal permasalahan yang terjadi di lapangan dalam gelaran liga 3 seri 2 Jawa Barat ini.

"Mereka (dua tim) meminta kami untuk evaluasi, dan kami sudah melakukan evaluasi sperti pemanggilan wasit dan lain sebagainya," katanya.

Disinggung mengenai aksi pelemparan yang dilakukan oleh oknum Suporter terhadap kendaraan Pesik kuningan, usai menjalankan pertandingan Semifinal, Tommy mengatakan, kalau lokasi kejadian itu jauh dari lokasi pelaksanan pertandingan. Untuk itu, Lanjut Tommy, pihaknya tidak menghukum tuan rumah atas permasalahan tersebut.

"Yang kami hukum itu tindakan disiplin yang terjadi di lapangan seperti adanya sepanduk yang tidak bersahabat dan lain sebagainya, padahal sepak bola menjungjung tinggi persahabatan," tandasanya.

PSGJ selaku tuan rumah menurut Tommy sudah diberikan sanksi dengan denda sebesar Rp10 juta dan jika kedepan melakukan pelanggaran serupa, maka dipastikan PSGJ tidak boleh menggelar pertandingan resmi PSSI.
 

Editor : Miftahudin

Follow Berita iNews Cirebon di Google News

Bagikan Artikel Ini