Logo Network
Network

Kisah Heroik Soegiarin, Penyebar Pertama Kabar Proklamasi Kemerdekaan RI

Ahmad Antoni
.
Selasa, 16 Agustus 2022 | 17:31 WIB
Kisah Heroik Soegiarin, Penyebar Pertama Kabar Proklamasi Kemerdekaan RI
Kisah Soegiarno saat kemerdekaan Indonesia. (Foto: Dok Keluarga)

JAKARTA, iNews.id - Sosok dan kiprah Soegiarin sangat berjasa dalam mengabarkan Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke seluruh penjuru dunia.

Soegiarin merupakan penyebar pertama kabar Proklamasi Kemerdekaan RI setelah pembacaan naskah proklamasi oleh Soekarno-Hatta di Jakarta.

Dia menyampaikan berita melalui mesin komunikasi sandi morse mengabarkan bahwa Indonesia sudah merdeka ke berbagai negara.

Pria kelahiran Grobogan 13 Juli 1918 adalah wartawan Kantor Berita Domei di bawah pimpinan Adam Malik. Atas perintah Adam Malik lah, Soegiarin memberitakan kabar kemerdekaan Indonesia melalui mesin komunikasi sandi morse.

“Mas Rin (Soegiarin) waktu itu menjadi wartawan Kantor Berita Domei di bawah pimpinan Adam Malik. Atas perintahnya, Mas Rin memberitakan kabar kemerdekaan Indonesia melalui mesin komunikasi sandi morse,” kata Soegiarno (92) adik kandung Soegiarin.

Soegiarin yang berlatar belakang sekolah pelayaran Belanda mampu mempelajari komunikasi morse sejak sekolah di Surabaya. Begitu pula pengalaman jurnalistiknya diperoleh saat bergabung dengan media cetak berbahasa Belanda di Surabaya.

Soegiarno yang tinggal di sebuah rumah di depan Makam Belanda Kalibanteng Semarang menceritakan bahwa kakaknya sebelum wafat di Jakarta pada 2 November 1987 telah berwasiat agar dimakamkan di makam keluarga Bergota Semarang.

"Selama hidup, Mas Rin hidupnya tercurah untuk mendukung perjuangan bangsa Indonesia. Dia terjun di dunia kewartawanan dan untuk mendukung penyiaran berita-berita perjuangan sampai mendirikan zonder (stasiun pemancar) di wilayah yang sekarang jadi kampus Universitas Indonesia yang dikenal dengan nama Voice of Indonesia, " ujar Soegiarno.

Nama Soegiarin memang tak setenar pahlawan-pahlawan lainnya. Hingga kini tak ada yang mengangkat nama Soegiarin sebagai pahlawan atau orang yang diberi penghargaan atas jasa besarnya.

"Mas Rin saat itu tak mau mengurus veteran untuk tujuan mengharap tunjangan. Seperti saudara-saudara kami sekandung, meski pada berjuang dan bergabung dalam barisan Tentara Pelajar Brigade 17,” kata eyang Giri.

Editor : Windi Trikusumawati

Follow Berita iNews Cirebon di Google News

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.