Lonjakan tersebut disampaikan Ketua Yayasan Mualahudi Makayasa, Aryono Suryo Kusumo, usai peresmian operasional SPPG Kemantren di Jalan Syekh Nurjati, Kelurahan Kemantren, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon.
“Untuk di awal, kita di 8 Desember itu awalnya sebanyak 1.451 namun ketentuan ini memang sesuai dari Badan Gizi Nasional nya tidak boleh melebihi dari 2.000,”ujarnya
Namun memasuki Januari 2026, jumlah penerima MBG dibawah layanan SPPG Kemantren mengalami peningkatan tajam, ada penambahan sebanyak 2.481 atau ada kelebihan sebesar 1.130, naik 78 persen.
Peningkatan penerima MBG tersebut tersebar di sejumlah satuan pendidikan mulai dari PAUD dan SDN serta layanan kesehatan masyarakat seperti Posyandu.
Seiring dengan bertambahnya penerima manfaat, kami juga memastikan aspek keamanan dan kualitas makanan tetap menjadi prioritas utama, yang pasti kalau untuk antisipasi seperti keracunan, kita setiap hari itu ada pemeriksaan. Maksudnya dari chef-nya, kemudian dari ahli gizinya,”ucapnya.
Selain itu proses pendistribusian makanan juga dibatasi secara ketat agar makanan tetap layak konsumsi, untuk pendistribusian makanan, sesuai yang tadi disampaikan oleh Wakil Ketua SPPI, itu maksimal 4 jam sudah distribusikan ke sekolah-sekolah, “katanya.
Editor : Rebecca
Artikel Terkait
