Balaikota Cirebon Digruduk Mahasiswa, PMII Soroti APBD hingga Tolak Geothermal Ciremai
CIREBON, iNewsCirebon.id– Gedung Balai Kota Cirebon menjadi sorotan mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cirebon yang menyuarakan sejumlah persoalan strategis daerah, mulai dari pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), tingginya belanja pegawai, pemerataan pembangunan, hingga kualitas pelayanan publik. Mahasiswa juga menyatakan penolakan terhadap rencana proyek panas bumi atau geothermal di kawasan Gunung Ciremai.
Dalam kajiannya, PMII menilai kebijakan anggaran Pemerintah Kota Cirebon perlu dievaluasi agar lebih berpihak kepada kebutuhan masyarakat. Mereka menegaskan, penyerapan anggaran tidak boleh hanya sebatas memenuhi target administratif, tetapi harus menghasilkan dampak nyata bagi kesejahteraan warga.
Berdasarkan data APBD 2026 yang menjadi bahan kajian PMII, pendapatan daerah Kota Cirebon tercatat sekitar Rp1,49 triliun, sedangkan belanja daerah mencapai Rp1,48 triliun. Sementara itu, Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp745,25 miliar, dengan belanja pegawai mencapai sekitar Rp759,07 miliar.
Besarnya belanja pegawai yang melampaui PAD menjadi salah satu persoalan yang disoroti mahasiswa. PMII juga menyinggung alokasi gaji dan tunjangan anggota DPRD yang disebut mencapai Rp36,49 miliar.
PMII mendesak pemerintah daerah mengevaluasi komposisi belanja aparatur agar ruang fiskal dapat dimanfaatkan secara optimal untuk pembangunan, peningkatan kualitas pelayanan publik, dan program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
Selain persoalan anggaran, mahasiswa menilai pemerataan pembangunan di Kota Cirebon masih perlu mendapat perhatian serius. Sejumlah isu yang disoroti meliputi pengelolaan sampah di TPA Kopi Luhur, penataan kawasan pusat kota, serta kondisi infrastruktur jalan di sejumlah titik, termasuk Jalan Wahidin dan kawasan Harjamukti, Desa Kalijaga.
Editor: Rebecca