Viral! Pegawai KAI Dipecat gegara Tumbler Penumpang Hilang, Tuai Protes Warganet
JAKARTA, iNewsCirebon.id – Kasus hilangnya tumbler Tuku milik penumpang KRL bernama Anita Dewi memicu gelombang protes besar dari warganet.
Kisah ini bermula ketika Anita pulang kerja menggunakan KRL dari Stasiun Tanah Abang menuju Rangkasbitung sekitar pukul 19.00 WIB.
Setibanya di Stasiun Rawa Buntu, ia baru menyadari bahwa cooler bag miliknya tertinggal di bagasi kereta. Di dalam tas tersebut terdapat tumbler Tuku berwarna biru—barang pribadi yang kemudian menjadi sorotan netizen.
Anita pun melapor ke petugas keamanan stasiun. Tasnya berhasil ditemukan di gerbong wanita, dan petugas sempat memotret isi tas sebagai bukti bahwa semuanya masih lengkap.
Namun, sesuai prosedur, pengambilan barang hanya bisa dilakukan di stasiun tujuan akhir, yakni Stasiun Rangkasbitung.
Keesokan harinya, saat Anita bersama suaminya mengambil cooler bag tersebut, tumbler Tuku itu sudah tidak ada. Terkejut dengan temuan itu, Anita menuliskan keluhannya di Threads:
“TUMBLER TUKU-ku GONE ATAS KE-TIDAK TANGGUNG JAWAB PETUGAS PT KAI @commuterline.”
Argi Budiansyah, petugas yang menyerahkan tas, kemudian memberikan klarifikasi. Menurutnya, kondisi stasiun saat itu sangat ramai sehingga ia tidak sempat memeriksa isi tas secara detail sebelum menyimpannya di lemari penyimpanan.
Ia mengaku tas tersebut terasa ringan ketika diterima, dan bahkan menawarkan untuk mengganti tumbler yang hilang, namun tawaran itu ditolak Anita dan suaminya.
Namun, viralnya kasus ini justru berbalik membawa dampak besar bagi Anita. Perusahaan tempat ia bekerja, Daidan Utama Pialang Asuransi, menyatakan bahwa tindakan Anita tidak mencerminkan nilai profesionalisme perusahaan.
Setelah meninjau kronologi, unggahan di media sosial, serta masukan publik, perusahaan resmi memutuskan hubungan kerja dengan Anita per 27 November 2025.
Di sisi lain, kabar bahwa pegawai KAI dipecat akibat insiden ini dibantah oleh pihak KAI Commuter. Perusahaan menegaskan tidak ada pemecatan terhadap petugas front-liner terkait kejadian tersebut.
Mereka menyebut bahwa proses ketenagakerjaan harus dilalui dengan benar sebelum keputusan PHK dapat diambil, dan layanan lost and found tetap berjalan sesuai prosedur.
Suami Anita, Alvin Haris, turut memberikan pernyataan untuk meredakan situasi.
“Saya ingin menyampaikan permintaan maaf atas kejadian yang menimpa saudara Argi Budiansyah pada 25 November 2025 dan kepada seluruh masyarakat yang terdampak dari postingan akun Threads istri saya,” tulis Alvin.
Ia menegaskan bahwa dirinya dan istrinya akan bertanggung jawab dan berupaya menyelesaikan kasus tersebut agar tidak semakin melebar. Alvin juga berjanji akan segera membagikan kronologi lengkap kehilangan tumbler itu.
Di akhir pernyataannya, Alvin kembali meminta maaf atas kegaduhan yang terjadi, baik di media sosial maupun di lingkungan kerja PT KAI.
“Sekali lagi saya mohon maaf atas kegaduhan yang terjadi. Semoga kasus ini segera menemukan solusi dan selesai dengan baik bagi semua pihak. Terima kasih,” tutupnya.
Kasus tumbler Tuku ini menjadi contoh betapa cepatnya sebuah masalah kecil dapat berubah menjadi kontroversi besar di era media sosial.
Dari hilangnya satu tumbler, isu berkembang menjadi diskusi tentang pelayanan publik, etika penumpang, profesionalisme petugas, hingga konsekuensinya terhadap karier seseorang.
Akhirnya, kejadian ini menjadi pengingat bahwa unggahan di media sosial bisa membawa dampak jauh lebih besar dari yang dibayangkan.
Editor : Rebecca