Heru menegaskan, perjuangan tersebut harus dilakukan melalui gerakan masyarakat yang terorganisasi dan mengedepankan kedamaian. Ia mengajak masyarakat, mahasiswa, aktivis dan seluruh komponen bangsa untuk menyampaikan aspirasi secara konstitusional tanpa mengedepankan tindakan anarkis.
Menurutnya, apabila diperlukan, berbagai elemen masyarakat dapat kembali mendatangi dan menyampaikan aspirasi secara langsung kepada DPR dengan cara-cara damai serta membawa agenda yang telah dirumuskan secara bersama.
“Kita harus meninggalkan anarkisme. Kalau nanti seluruh elemen sepakat untuk kembali mendatangi DPR, maka kita datang bersama-sama secara damai dengan membawa sejumlah agenda besar yang sudah terorganisasi dan menjadi kebulatan tekad bersama,” kata Heru.
Ia menambahkan, gerakan tersebut tidak boleh menjadi milik individu maupun satu aliansi tertentu. Gerakan harus dibangun atas kesadaran bersama dan mewakili aspirasi masyarakat luas.
“Ini bukan hanya keputusan saya, bukan hanya keputusan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu, tetapi harus menjadi keputusan bersama yang dapat mewakili masyarakat Indonesia, aktivis, mahasiswa dan seluruh komponen bangsa,” ujarnya.
Dari Cirebon, Heru menyerukan agar seluruh elemen masyarakat segera merapikan barisan, menyatukan tujuan dan kembali membangun konsolidasi nasional untuk memperjuangkan perubahan.
Ia berharap konsolidasi tersebut mampu melahirkan agenda politik nasional yang jelas, terukur dan disepakati bersama.
“Sudah saatnya kita merapikan barisan, menyatukan tujuan dan melakukan gerakan bersama yang dahsyat, tetapi tetap didasari keikhlasan, kebersamaan dan keinginan untuk mewujudkan perubahan fundamental terhadap tata pemerintahan,” pungkas Heru.
Heru menyebut perubahan tersebut mencakup pembenahan terhadap seluruh cabang kekuasaan negara, baik legislatif, eksekutif maupun yudikatif, yang menurutnya membutuhkan evaluasi dan perubahan secara serius demi kepentingan masyarakat.
Editor : Rebecca
Artikel Terkait
