CIREBON, iNewsCirebon.id– Pengamat politik Jawa Barat sekaligus Ketua Alumni UGM (Kagama) Cirebon, Heru Subagia, kembali melontarkan kritik keras terhadap Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM terkait isu pemberantasan korupsi.
Heru menilai, tantangan yang sebelumnya ia lontarkan agar pemerintah tidak hanya sibuk menangkap pelaku kejahatan kecil, tetapi juga berani membidik koruptor kelas kakap, kini telah menjadi isu yang semakin luas diperbincangkan masyarakat.
Menurut Heru, persoalan korupsi jauh lebih besar dibandingkan sekadar tindak kriminal kecil seperti pencurian atau pelanggaran di jalanan.
Ia menilai korupsi dapat menggerus uang rakyat, menghambat pembangunan, serta merampas hak masyarakat yang seharusnya mendapatkan manfaat dari anggaran negara.
"Saya masih memberikan kesempatan sekali lagi kepada Kang Dedi Mulyadi untuk menjawab, apakah berani berhadapan dengan koruptor kelas kakap atau tidak," kata Heru, Sabtu (8/8/2026)
Heru mempertanyakan sikap KDM yang hingga kini menurutnya belum memberikan respons secara terbuka terhadap tantangan tersebut.
Padahal, kata dia, KDM memiliki elektabilitas yang disebut-sebut mencapai sekitar 35 persen dalam bursa calon presiden 2029.
Bagi Heru, angka elektabilitas yang tinggi semestinya dibarengi dengan keberanian mengambil sikap terhadap persoalan besar yang menjadi perhatian masyarakat, salah satunya pemberantasan korupsi.
Editor : Rebecca
Artikel Terkait
