CIREBON, iNewsCirebon.id– Upaya meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api di wilayah Cirebon kembali mendapat tantangan. Gardu perlintasan sebidang yang masih dalam tahap pembangunan di Kabupaten Cirebon menjadi sasaran vandalisme dan pengrusakan.
Peristiwa tersebut terjadi pada gardu JPL 218 KM 231+061, petak jalan Sindanglaut–Luwung, Desa Buntet, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon.
Menanggapi kejadian itu, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 3 Cirebon mengajak masyarakat ikut menjaga seluruh fasilitas keselamatan perkeretaapian, termasuk gardu perlintasan yang sedang dibangun maupun yang telah selesai digunakan.
Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, mengatakan fasilitas tersebut dibangun untuk mendukung keselamatan perjalanan kereta api sekaligus masyarakat yang melintas di perlintasan sebidang.
“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga gardu perlintasan sebidang, baik yang masih dalam proses pembangunan maupun yang sudah selesai. Fasilitas ini dibangun untuk mendukung keselamatan perjalanan kereta api sekaligus keselamatan masyarakat,” kata Muhibbuddin.
Menurut dia, pembangunan gardu perlintasan saat ini dilakukan di 27 titik di wilayah kerja KAI Daop 3 Cirebon. Keberadaan gardu tersebut diharapkan dapat memperkuat pengamanan dan meningkatkan keselamatan di titik-titik perlintasan sebidang.
KAI menyayangkan tindakan pengrusakan terhadap gardu JPL 218 yang masih dalam proses pembangunan. Atas kejadian tersebut, pihak KAI telah melaporkannya kepada Kepolisian untuk dilakukan penanganan dan penyelidikan lebih lanjut.
Editor : Rebecca
Artikel Terkait
