Tak Hanya Begal, KDM Diminta Pengamat Cirebon Perluas Sayembara untuk Memburu Koruptor

Riant Subekti
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi dalam unggahan medsosnya terkait sayembara begal. Foto : Tangkapan layar medsos

CIREBON, iNewsCirebon.id– Program sayembara penangkapan pelaku kejahatan jalanan yang digagas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendapat perhatian dari berbagai kalangan. Selain menuai apresiasi, kebijakan tersebut juga memunculkan usulan agar cakupan program diperluas hingga menyasar pelaku tindak pidana korupsi.

Pengamat politik asal Cirebon, Heru Subagia, menilai pemerintah perlu menunjukkan keberanian yang lebih besar dalam pemberantasan korupsi. Menurutnya, kemarahan publik terhadap berbagai kasus korupsi yang mencuat belakangan ini menjadi momentum untuk menghadirkan langkah penegakan hukum yang lebih tegas dan berkeadilan.

"Di tengah banyaknya kasus korupsi yang melibatkan berbagai pihak, termasuk oknum penegak hukum, masyarakat menginginkan perubahan nyata dalam tata kelola penegakan hukum. Harapan itu semestinya dijawab dengan kebijakan yang lebih berani," ujar Heru, Kamis (6/8/2026).

Sebelumnya, Dedi Mulyadi meluncurkan program sayembara bagi masyarakat yang membantu menangkap pelaku begal, jambret, copet, hingga perampok. Hadiah yang disiapkan berasal dari dana pribadi gubernur dengan nominal antara Rp5 juta hingga Rp50 juta.

Program tersebut ditujukan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan. Namun, terdapat syarat bahwa pelaku harus diserahkan kepada kepolisian dalam keadaan hidup agar dapat diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Heru mengapresiasi langkah tersebut sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap keamanan masyarakat. Meski demikian, ia berpendapat sasaran program tidak seharusnya hanya berfokus pada pelaku kriminal jalanan.

Menurutnya, apabila konsep sayembara diperluas hingga menyasar koruptor kelas kakap, kebijakan tersebut akan memberikan pesan kuat bahwa pemerintah serius memberantas kejahatan yang merugikan negara dan masyarakat.

"Program ini bisa menjadi tantangan bagi KDM untuk menghadirkan gebrakan yang lebih besar. Jika keberanian itu diarahkan kepada pelaku korupsi kelas kakap, dampaknya akan jauh lebih signifikan dalam membangun kepercayaan publik terhadap penegakan hukum," katanya.

Heru juga menilai inisiatif Dedi Mulyadi patut diapresiasi karena menunjukkan keberanian mengambil langkah konkret. Namun, ia berharap kebijakan tersebut tidak berhenti sebagai isu yang ramai diperbincangkan di media sosial, melainkan mampu menghasilkan perubahan nyata dalam penegakan hukum yang berkeadilan.

Editor : Rebecca

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network