Namun, di balik berkembangnya destinasi ini, Tarji mengaku perjuangan merawat kawasan mangrove tidaklah mudah. Selama ini, biaya pemeliharaan dan perawatan fasilitas kerap ia tanggung secara pribadi bersama para relawan.
"Bagi saya, menjaga mangrove bukan sekadar pekerjaan, tetapi panggilan hati sebagai masyarakat pesisir. Kami berharap ada perhatian lebih dari Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui dinas terkait, karena mengelola kawasan seluas ini tentu membutuhkan dukungan, baik tenaga maupun anggaran," ungkapnya.
Dengan keindahan alam yang masih asri, perjalanan menyusuri sungai yang memikat, serta semangat masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan, Ekowisata Mangrove Dewi Surga menjadi bukti bahwa konservasi dan pariwisata dapat berjalan beriringan. Destinasi ini tidak hanya menghadirkan pengalaman wisata yang menenangkan, tetapi juga mengajak setiap pengunjung untuk ikut mencintai dan menjaga ekosistem pesisir bagi generasi mendatang.
Editor : Rebecca
Artikel Terkait
