Garuda Indonesia menegaskan bahwa informasi yang beredar merupakan hoaks. Bahkan, foto yang digunakan dalam unggahan tersebut dipastikan merupakan hasil rekayasa menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
“Menanggapi beredarnya gambar di media sosial mengenai oknum yang menyamar sebagai pramugari maskapai lokal lalu diklaim diterima di Garuda Indonesia, dapat kami pastikan bahwa informasi tersebut tidak benar,” ujar Corporate Communications Division Head Garuda Indonesia, Dicky Irchamsyah.
Ia menyampaikan bahwa konten tersebut dibuat dengan teknologi AI dan disebarluaskan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, serta tidak bersumber dari kanal resmi Garuda Indonesia.
Dicky juga memastikan bahwa pada periode tersebut Garuda Indonesia tidak membuka rekrutmen untuk posisi pramugari maupun awak kabin lainnya. Ia menegaskan bahwa seluruh informasi resmi terkait lowongan kerja hanya diumumkan melalui situs resmi perusahaan di career.garuda-indonesia.com.
Editor : Rebecca
Artikel Terkait
