Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Viral! Pesta Miras dan Joget Erotis Malam Tahun Baru di Halaman Puskesmas Latowu, Warga Murka
Advertisement . Scroll to see content

Pesta Miras Oplosan di Getasan Cirebon, Tiga Remaja Tewas, Enam Lainnya Dilarikan ke Rumah Sakit

Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:25 WIB
  • author Riant Subekti
Pesta Miras Oplosan di Getasan Cirebon, Tiga Remaja Tewas, Enam Lainnya Dilarikan ke Rumah Sakit
Pesta miras oplosan berujung 3 pemuda tewas dan 6 lainya harus dilarikan ke Rumah sakit. Foto : Ilustrasi

CIREBON, iNewsCirebon.id– Pesta minuman keras (miras) yang diduga melibatkan sembilan remaja di Desa Getasan, Kecamatan Depok, Kabupaten Cirebon, berujung maut. Tiga orang dilaporkan meninggal dunia, sementara enam lainnya mengalami gangguan kesehatan serius.

Peristiwa tersebut diduga terjadi setelah para remaja mengonsumsi minuman beralkohol pada Senin (26/10/2026) malam. Minuman yang dikonsumsi diduga berupa arak yang dicampur alkohol berkadar 96 persen.

Akibatnya, sejumlah peserta pesta miras mengalami keluhan kesehatan, mulai dari sakit perut, pusing, tubuh lemas hingga diare. Kondisi mereka kemudian memerlukan penanganan medis.

Mandor Desa Getasan, Sujadi, mengatakan pihak pemerintah desa pertama kali mengetahui kejadian tersebut setelah menerima informasi adanya warga yang meninggal dunia saat menjalani perawatan di rumah sakit.

Menindaklanjuti informasi itu, pemerintah desa berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk mengetahui penyebab pasti kejadian yang menimpa sejumlah remaja tersebut.

"Kami berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk menelusuri kejadian tersebut," ujar Sujadi saat ditemui di Balai Desa Getasan, Kamis (29/10/2026).

Dari keterangan sementara para remaja yang selamat, pesta miras tersebut berlangsung di rumah seorang remaja berinisial F. Total terdapat sembilan orang yang diduga ikut mengonsumsi minuman tersebut.

Mereka berasal dari sejumlah desa, yakni dua orang dari Desa Getasan, tiga orang dari Desa Kejuden, masing-masing satu orang dari Kenanga, Karangwangi, dan Keduanan.

Sujadi mengungkapkan, hasil penelusuran awal bersama kepolisian mengarah pada dugaan bahwa kematian ketiga korban berkaitan dengan konsumsi minuman beralkohol.

Polisi juga telah mendalami dugaan keterlibatan seorang warga berinisial S yang diduga menjual minuman tersebut. Sejumlah barang bukti berupa alkohol murni berkadar 96 persen dan arak turut diamankan.

"Kami menduga para korban mengonsumsi alkohol 96 persen, arak Bali serta campuran minuman berenergi," jelasnya.

Sementara itu, Mandor Desa Kejuden, Sunaeni, membenarkan dua warganya meninggal dunia dalam waktu yang hampir bersamaan pada Rabu (28/10/2026).

Kedua korban masing-masing berinisial A (16) dan R (21). Informasi yang diterimanya menyebutkan, keduanya meninggal dunia setelah menjalani perawatan di RS Arjawinangun dan RS Mitra.

Hingga kini, dugaan penyebab kematian para korban masih dalam penanganan aparat kepolisian. Penyelidikan terus dilakukan untuk mengungkap asal-usul minuman keras yang dikonsumsi serta pihak-pihak yang diduga terlibat.

Editor: Rebecca

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut