Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Gubernur Jabar Dedi Mulyadi : Tahun Ajaran Baru Sekolah Dimulai Pukul 06.30, PR Dihapus
Advertisement . Scroll to see content

Ironis! Taman Krucuk Milik Pemprov Jabar di Samping Kantor Gubernur Jadi Kumuh, Bau Sampah dan Gelap

Senin, 13 Juli 2026 | 16:37 WIB
  • author Riant Subekti
Ironis! Taman Krucuk Milik Pemprov Jabar di Samping Kantor Gubernur Jadi Kumuh, Bau Sampah dan Gelap
Pintu gerbang taman krucuk di Kota Cirebon nampak dipenuhi graviti dan sampah. (Foto : Riant Subekti).

Saluran drainase di sekitar taman pun dipenuhi sampah plastik, daun kering, dan styrofoam yang berpotensi menimbulkan bau tak sedap serta menjadi sarang penyakit apabila tidak segera dibersihkan.

Seorang warga sekitar, Agus, mengaku prihatin melihat kondisi Taman Krucuk yang terus memburuk dari waktu ke waktu.

"Kalau malam sering dipakai tempat gelandangan dan anak-anak punk berkumpul. Soalnya di sini penerangannya minim, jadi terkesan gelap dan kurang terawasi," ujarnya.

Menurut Agus, kondisi tersebut membuat sebagian warga merasa kurang nyaman saat melintas maupun berada di sekitar taman pada malam hari. Ditambah dengan keberadaan TPS dan aroma sampah yang menyengat, kawasan itu kini jauh dari kesan ruang publik yang nyaman untuk dikunjungi keluarga.

Warga berharap Pemerintah Provinsi Jawa Barat selaku pemilik aset bersama Pemerintah Kota Cirebon segera berkoordinasi untuk membersihkan kawasan tersebut, memperbaiki fasilitas yang rusak, menambah penerangan, serta melakukan penataan lingkungan secara menyeluruh agar fungsi Taman Krucuk sebagai ruang terbuka hijau dapat kembali dinikmati masyarakat.

Pasalnya, Taman Krucuk berada di salah satu jalur utama menuju Kota Cirebon. Kondisi kumuh, bau sampah yang menyengat, minimnya penerangan, hingga maraknya vandalisme di kawasan itu dinilai mencoreng wajah kota sekaligus memberikan kesan buruk bagi masyarakat maupun tamu yang datang dari arah Indramayu menuju Cirebon. Keberadaannya yang berada di dekat kantor pemerintahan justru semakin mempertegas ironi yang terjadi di ruang publik tersebut.

Editor: Rebecca

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut