Ironis! Taman Krucuk Milik Pemprov Jabar di Samping Kantor Gubernur Jadi Kumuh, Bau Sampah dan Gelap
CIREBON, iNewsCirebon.id - Pemandangan memprihatinkan tersaji di salah satu pintu masuk Kota Cirebon. Taman Krucuk, ruang terbuka hijau milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang semestinya menjadi wajah keindahan kota, kini justru berubah menjadi kawasan kumuh, penuh sampah, dipenuhi coretan vandalisme, dan terkesan tak lagi tersentuh perawatan.
Ironisnya, taman yang berada di kawasan Bundaran Krucuk, Kelurahan Kesenden, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, itu lokasinya hanya bersebelahan atau tak jauh dari Kantor Gubernur Jawa Barat (Bale Jaya Dewata). Namun, kondisi taman tersebut justru memperlihatkan kontras yang mencolok antara keberadaan aset pemerintah dengan minimnya perhatian terhadap pemeliharaannya.
Pantauan di lokasi pada Senin (13/7/2026), gerbang utama bertuliskan "Taman Krucuk" tampak dipenuhi coretan grafiti. Tumpukan sampah plastik, kertas, hingga limbah rumah tangga berserakan di area pintu masuk maupun sudut-sudut taman.
Memasuki bagian dalam, kondisinya semakin memprihatinkan. Rumput liar dan ilalang tumbuh tinggi menutupi jalur pedestrian, taman, hingga bangku-bangku beton yang sebelumnya disediakan untuk masyarakat. Sejumlah ornamen khas Cirebon juga terlihat mulai rusak dan ditumbuhi semak belukar.
Padahal, di lokasi masih berdiri papan bertuliskan bahwa lahan tersebut merupakan aset milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Keberadaan papan aset itu justru menjadi ironi di tengah kondisi taman yang tampak seperti tak bertuan.
Tak hanya itu, tepat di samping area taman juga terdapat Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS). Keberadaan TPS yang berdempetan dengan taman tersebut semakin memperburuk kondisi lingkungan. Aroma menyengat dari tumpukan sampah kerap tercium hingga ke area taman, terutama saat cuaca panas. Bau tidak sedap yang mengganggu itu membuat masyarakat enggan berlama-lama berada di lokasi, bahkan memilih menghindari taman yang seharusnya menjadi ruang rekreasi dan bersantai bagi warga.
Saluran drainase di sekitar taman pun dipenuhi sampah plastik, daun kering, dan styrofoam yang berpotensi menimbulkan bau tak sedap serta menjadi sarang penyakit apabila tidak segera dibersihkan.
Seorang warga sekitar, Agus, mengaku prihatin melihat kondisi Taman Krucuk yang terus memburuk dari waktu ke waktu.
"Kalau malam sering dipakai tempat gelandangan dan anak-anak punk berkumpul. Soalnya di sini penerangannya minim, jadi terkesan gelap dan kurang terawasi," ujarnya.
Menurut Agus, kondisi tersebut membuat sebagian warga merasa kurang nyaman saat melintas maupun berada di sekitar taman pada malam hari. Ditambah dengan keberadaan TPS dan aroma sampah yang menyengat, kawasan itu kini jauh dari kesan ruang publik yang nyaman untuk dikunjungi keluarga.
Warga berharap Pemerintah Provinsi Jawa Barat selaku pemilik aset bersama Pemerintah Kota Cirebon segera berkoordinasi untuk membersihkan kawasan tersebut, memperbaiki fasilitas yang rusak, menambah penerangan, serta melakukan penataan lingkungan secara menyeluruh agar fungsi Taman Krucuk sebagai ruang terbuka hijau dapat kembali dinikmati masyarakat.
Pasalnya, Taman Krucuk berada di salah satu jalur utama menuju Kota Cirebon. Kondisi kumuh, bau sampah yang menyengat, minimnya penerangan, hingga maraknya vandalisme di kawasan itu dinilai mencoreng wajah kota sekaligus memberikan kesan buruk bagi masyarakat maupun tamu yang datang dari arah Indramayu menuju Cirebon. Keberadaannya yang berada di dekat kantor pemerintahan justru semakin mempertegas ironi yang terjadi di ruang publik tersebut.
Editor: Rebecca