Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Melihat Tradisi Ritual Panjang Jimat di Keraton Kanoman Cirebon, Warisan Sunan Gunung jati
Advertisement . Scroll to see content

Buang Takir, Jadi Penutup Rangkaian Muludan Di Kraton Kanoman

Rabu, 20 Oktober 2021 | 22:45 WIB
  • author Dede Kurniawan
Buang Takir, Jadi Penutup Rangkaian Muludan Di Kraton Kanoman
Buang takir, Jadi Penutup Rangkaian Muludan Di Kraton Kanoman (Foto : Dede Kurniawan)

KOTA CIREBON, iNews.id - Bertempat di Bangsal Paseban, Keraton Kanoman, Cirebon, Rabu (20/10/2021) sore, seluruh keluarga Keraton berkumpul mengadakan tradisi buang takir. Buang takir sendiri adalah tradisi yang dilaksanakan sebagai wujud rasa syukur atas kesuksesan pelaksanaan Muludan di Kraton Kanoman dari awal hingga acara puncak panjang jimat atau pela agung.

Tradisi buang takir juga ditandai dengan dimasukkan gong Sekaten ke dalam bangsal Pejematan yang merupakan peninggalan jaman Wali songo untuk siar Islam di Wilayah Cirebon dan sekitarnya.

Patih Kraton Kanoman, Pangeran Patih Raja Muhammad Qodiran, mengatakan, tradisi buang takir dan mlebet gong sekati adalah rangkaian penutup dalam tradisi dan adat Muludan di Kraton Kanoman.

"Muludan sendiri adalah acara dimana inti dari acara ini adalah mensyukuri atas kelahiran Nabi Muhammad Saw, dan pada tahun ini seluruh rangkaian acara peringatan maulid nabi Muhammad atau pelal ageng panjang jimat berjalan dengan lancar. Termasuk untuk prosesi gong sekati," ujar Patih Qodiran.

Patih Qodiran juga menyampaikan terimakasih kepada seluruh keluarga besar Kraton Kanoman dan juga abdi dalam serta seluruh masyarakat Cirebon dan sekitarnya yang sudah turut mensukseskan tradisi Muludan dari awal hingga akhir.

 

Editor: Miftahudin

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut