Harga Tepung Beras Melonjak, UMKM Kue Tradisional di Cirebon Terjepit
CIREBON, iNewsCirebon.id – Kenaikan harga tepung beras mulai dirasakan para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di wilayah Cirebon. Kondisi ini memukul usaha kue tradisional yang sangat bergantung pada bahan baku tersebut.
Di sentra produksi kue rumahan Kampung Kue Pekantingan, Kota Cirebon, para pelaku usaha mengaku harus memutar otak agar tetap bertahan di tengah lonjakan harga bahan baku.
Wenny (39), salah satu pelaku UMKM, mengatakan harga tepung beras terus mengalami kenaikan. Saat ini, harga tepung beras mencapai sekitar Rp7.900 per bungkus ukuran 500 gram.
“Kenaikannya terasa sekali, apalagi bahan lain seperti gula juga ikut naik,” ujarnya.
Untuk menyiasati kondisi tersebut, Wenny memilih tidak menaikkan harga jual. Ia justru mengecilkan ukuran kue yang dijual seharga Rp1.600 per potong agar tetap terjangkau bagi konsumen.
Selain itu, ia juga mulai mengurangi produksi kue berbahan tepung beras dan beralih ke produk lain seperti botok roti yang tidak membutuhkan bahan tersebut.
“Kalau harga dinaikkan, biasanya pelanggan keberatan. Jadi terpaksa ukuran yang disesuaikan,” katanya.
Hal serupa dialami Diki (51), pelaku usaha kue tradisional lainnya di Cirebon. Ia menyebut harga tepung beras kini mencapai Rp154.000 per karton atau sekitar Rp15.400 per kilogram.
Menurutnya, kenaikan harga ini sangat memberatkan, terutama karena terjadi saat momentum Ramadan yang biasanya menjadi masa peningkatan penjualan.
“Biasanya Ramadan ramai, sekarang malah sepi. Bahkan saya sempat berhenti produksi karena tidak ada pesanan,” ungkapnya.
Diki yang telah puluhan tahun menjalankan usaha kue tradisional mengaku khawatir dengan keberlangsungan usahanya jika kondisi ini terus berlanjut.
Para pelaku UMKM di Cirebon berharap adanya solusi agar harga bahan baku kembali stabil. Mereka menilai kestabilan harga sangat penting untuk menjaga keberlangsungan usaha sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat.
Kenaikan harga tepung beras ini menjadi tantangan nyata bagi UMKM kuliner tradisional di Cirebon, yang selama ini menjadi bagian penting dari roda ekonomi masyarakat lokal.
Editor : Rebecca