Pembacokan Maut di Gunungjati, Kuwu Sirnabaya Minta Warga Tetap Kondusif

Riant Subekti
Warga blok larik, desa Sirnabaya, kecamatan gunung Jati melakukan unjuk rasa di mako polres cirebon kota. Foto : Riant Subekti

CIREBON, iNewsCirebon.id– Polisi terus mendalami kasus pembacokan yang menewaskan Ade Dadang (22) warga Sirnabaya, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon. Rekaman kamera pengawas (CCTV) dan keterangan saksi menjadi petunjuk penting untuk mengungkap pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.

Penanganan perkara ini mendapat atensi dari Satreskrim Polres Cirebon Kota setelah sebelumnya ditangani Polsek Gunungjati. Polisi kini mencocokkan keterangan saksi dengan bukti CCTV untuk memastikan keterlibatan sejumlah orang yang diduga berkaitan dengan kejadian itu.

Kasat Reskrim Polres Cirebon Kota, AKP Dr. M. Fadlillah, mengatakan keterangan saksi mengarah kepada enam orang. Namun, hasil pemeriksaan CCTV belum sepenuhnya sesuai dengan informasi yang diterima penyidik sehingga penyelidikan masih terus dilakukan.

Fadlillah menegaskan, polisi berkomitmen mengungkap kasus tersebut hingga pihak yang bertanggung jawab berhasil diidentifikasi dan ditangkap.

Sementara itu, Kuwu Desa Sirnabaya, Rawin, menyatakan dukungannya terhadap proses penegakan hukum dalam kasus pembacokan yang menewaskan Ade Dadang. Ia berharap perkara tersebut segera terungkap dan pelaku secepatnya ditangkap.

Rawin menegaskan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus kepada aparat penegak hukum, khususnya Satreskrim Polres Cirebon Kota, agar penyelidikan berjalan sesuai prosedur dan berdasarkan bukti-bukti yang ada.

Selain itu, Rawin mengimbau masyarakat, khususnya warga Desa Sirnabaya, agar tidak mudah terpancing informasi yang belum jelas kebenarannya dan berpotensi memicu keresahan maupun mengganggu kondusivitas wilayah.

Ia meminta warga tetap tenang, menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan, serta mempercayakan pengungkapan kasus tersebut kepada kepolisian.

Di sisi lain, Ani Sriani, ibu korban, berharap polisi segera menangkap pihak yang bertanggung jawab atas kematian anaknya. Ani mengaku tidak mengetahui secara pasti kronologi kejadian dan hanya menerima kabar bahwa anaknya menjadi korban pembacokan.

Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi di sekitar embung air pesawahan, kawasan Desa Wanakaya, tepatnya di depan SDN Wanakaya 2, Hingga Senin (26/10/2026), polisi masih mendalami keterangan saksi dan rekaman CCTV untuk mengungkap kasus pembacokan maut tersebut.

Seperti ketahui, keluarga korban melakukan aksi demonstrasi di depan mapolres Cirebon Kota, mendesak polisi untuk segera mengungkap dan menangkap pelaku dugaan pengroyokan yeng mengakibatkan korban meninggal dunia, masa membawa keranda dengan dilengkapi foto korban. 

 

Editor : Rebecca

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network