Update Dugaan Keracunan MBG di Cirebon Hampir 400 Orang, Dinkes Ungkap Kondisi Terbaru Pasien

Riant Subekti
Kepala Dinkes Kota Cirebon, Siti Maria, mengatakan kondisi pasien yang masih dirawat relatif terkendali. Foto : Riant Subekti

CIREBON, iNewsCirebon.id– Jumlah warga yang mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Cirebon terus bertambah. Data terbaru Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cirebon mencatat sebanyak 395 orang terdampak hingga Kamis (22/10/2026).

Dari jumlah tersebut, sebanyak 218 orang masih menjalani rawat inap, sedangkan 177 lainnya menjalani rawat jalan atau telah diperbolehkan pulang setelah mendapat penanganan medis.

Kepala Dinkes Kota Cirebon, Siti Maria, mengatakan kondisi pasien yang masih dirawat relatif terkendali. Berdasarkan laporan rumah sakit, tidak ada pasien yang saat ini mengalami kondisi serius hingga membutuhkan perawatan intensif.

“Rata-rata pasien masih mengalami diare dan membutuhkan perawatan biasa,” ujarnya.

Meski demikian, penambahan pasien masih terjadi. Sebagian warga mendapatkan penanganan melalui instalasi gawat darurat (IGD) dan layanan rawat jalan di puskesmas. Pendataan juga mencakup pasien yang dirawat di sejumlah rumah sakit, termasuk RS Muhammadiyah dan RS Permata.

Dinkes Telusuri Penyebab Bertambahnya Pasien

Dinkes Kota Cirebon masih menelusuri penyebab bertambahnya jumlah warga yang mengalami gangguan kesehatan. Siti Maria menyebut pihaknya berkonsultasi dengan dokter spesialis mikrobiologi klinik untuk mengkaji masa inkubasi kuman atau bakteri yang berpotensi menyebabkan gejala.

Menurutnya, setiap jenis kuman memiliki masa inkubasi berbeda. Karena itu, diperlukan kajian lebih lanjut untuk mengetahui hubungan antara waktu konsumsi makanan dan munculnya gejala.

Penelusuran tersebut juga penting karena warga yang terdampak kemungkinan telah mengonsumsi makanan lain setelah menyantap MBG. Dengan demikian, penyebab gangguan kesehatan belum dapat dipastikan hanya berdasarkan waktu konsumsi.

Selain kemungkinan kontaminasi makanan, kondisi daya tahan tubuh masing-masing orang juga menjadi salah satu faktor yang perlu dianalisis.

Dinkes terus berkoordinasi dengan rumah sakit dan fasilitas kesehatan untuk memperbarui data serta memantau perkembangan pasien.

Hingga kini, penyebab pasti kejadian tersebut masih dalam penyelidikan. Pemeriksaan epidemiologis dan laboratorium diperlukan untuk memastikan faktor penyebab sekaligus menjadi dasar pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.

Editor : Rebecca

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network