CIREBON, iNewsCirebon.id– Penghasilan rutin yang diterima setiap bulan perlu diimbangi dengan kemampuan mengatur keuangan. Jika tidak dikelola dengan baik, kemudahan akses layanan keuangan digital justru dapat membawa risiko, mulai dari utang berlebihan hingga terjerat pinjaman online ilegal.
Pesan tersebut disampaikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon saat menggelar KELINGAN (Kelas Literasi Keuangan) bagi sekitar 700 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Kota Cirebon, Kamis (10/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung secara hybrid itu dihadiri Sekretaris BKPSDM Kota Cirebon, Hj. Eriza, SE, M.Si., dan dibuka oleh Plh. Kepala OJK Cirebon, Tesar Pratama.
Tesar mengatakan, kemampuan mengelola keuangan tidak cukup hanya dengan mengetahui cara menabung atau mengenal berbagai produk jasa keuangan. Lebih dari itu, masyarakat perlu mampu menyusun perencanaan, menentukan prioritas kebutuhan, serta memahami risiko dari setiap keputusan finansial.
“Penghasilan yang diterima secara rutin perlu dikelola dengan perencanaan yang baik agar tidak hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan saat ini, tetapi juga dapat mendukung tujuan keuangan dan memberikan perlindungan bagi diri sendiri maupun keluarga,” kata Tesar.
Menurutnya, perkembangan teknologi memang membuat berbagai layanan keuangan semakin mudah dijangkau. Namun, kemudahan tersebut juga diikuti munculnya berbagai modus penipuan dan aktivitas keuangan ilegal yang harus diwaspadai.
Tesar secara khusus mengingatkan peserta agar tidak mudah tergiur tawaran keuntungan besar dalam waktu singkat. Pinjaman online ilegal, judi online, investasi ilegal hingga penipuan digital menjadi sejumlah risiko yang perlu diantisipasi.
Sebelum menggunakan produk keuangan, masyarakat diminta memastikan legalitas penyedia layanan serta memahami manfaat, biaya dan risiko yang mungkin ditimbulkan.
Dalam kegiatan tersebut, para PPPK juga mendapatkan materi mengenai cara menyusun skala prioritas kebutuhan, mengendalikan pengeluaran, menyiapkan dana darurat, mengelola utang, hingga menyusun target keuangan untuk masa depan.
Selain itu, peserta diberikan pemahaman mengenai karakteristik produk jasa keuangan dan pentingnya menjaga data pribadi maupun informasi perbankan agar tidak disalahgunakan.
Sekretaris BKPSDM Kota Cirebon, Hj. Eriza, mengapresiasi program KELINGAN yang dinilai relevan dengan kebutuhan aparatur, khususnya dalam mengelola penghasilan secara lebih terencana.
Menurut Eriza, kemampuan mengatur keuangan secara sehat tidak hanya berdampak pada kondisi finansial individu, tetapi juga dapat mendukung kesejahteraan keluarga.
Ia berharap pengetahuan yang diperoleh para peserta dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan turut dibagikan kepada keluarga maupun lingkungan masing-masing.
OJK Cirebon menyatakan KELINGAN merupakan bagian dari upaya meningkatkan literasi sekaligus inklusi keuangan masyarakat dan aparatur.
Melalui program tersebut, OJK mendorong masyarakat agar tidak sekadar menggunakan produk jasa keuangan, tetapi mampu memilih layanan yang sesuai dengan kebutuhan, kemampuan dan profil risikonya.
OJK Cirebon juga mengajak masyarakat menerapkan prinsip “Kenali, Pahami, dan Pilih” sebelum menggunakan produk maupun layanan keuangan.
Dengan literasi yang semakin baik, masyarakat diharapkan mampu mengambil keputusan finansial secara lebih bijak sekaligus meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga di tengah perkembangan layanan keuangan digital.
Editor : Rebecca
Artikel Terkait
