JAKARTA, iNewsCirebon.id — Perilaku selingkuh ternyata tidak hanya merusak hubungan asmara dan melanggar nilai moral, tetapi juga menyimpan bahaya tersembunyi bagi kesehatan organ vital. Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, dr. Bobby Arfhan Anwar, mengungkapkan bahwa orang yang gemar berselingkuh memiliki potensi lebih tinggi terkena serangan jantung dibandingkan mereka yang setia pada pasangan resminya.
Melalui edukasi di media sosial miliknya, dr. Bobby menjelaskan bahwa kondisi ini dipicu oleh beban stres kronis yang dialami para pelaku perselingkuhan. Rasa takut rahasianya terbongkar, cemas tertangkap basah, hingga rasa bersalah akibat terus-menerus berbohong dapat memicu lonjakan hormon stres seperti adrenalin dan kortisol di dalam tubuh.
Dampak dari lonjakan hormon stres tersebut sangat nyata bagi sistem kardiovaskular. Tekanan darah akan melonjak naik, denyut jantung berdetak lebih cepat, timbul peradangan dalam tubuh, kualitas tidur memburuk, hingga meningkatkan risiko gangguan irama jantung (aritmia).
Editor : Vitrianda Hilba Siregar
Artikel Terkait
