PTP Nonpetikemas Cabang Cirebon sendiri menangani beragam komoditas curah kering seperti batu bara, pasir, clinker, semen dan gypsum. Sementara curah cair meliputi CPO, minyak sawit, biosolar hingga aspal. Untuk general cargo, pelabuhan ini juga melayani bongkar muat alat berat, project cargo dan pipa.
Meski aktivitas bongkar muat berlangsung padat, pengelola pelabuhan mengklaim tetap mengedepankan pengendalian lingkungan, terutama untuk komoditas batu bara yang selama ini kerap menjadi sorotan masyarakat.
Di area bongkar batu bara, sejumlah nozzle spray mist tampak aktif menyemprotkan kabut air untuk menekan debu. Truk pengangkut juga diwajibkan langsung ditutup terpal setelah muatan masuk. Bahkan sebelum keluar pelabuhan, kendaraan harus melewati proses pembilasan agar tidak membawa residu batu bara ke jalan raya.
Selain itu, pada sisi pelabuhan yang berbatasan langsung dengan permukiman warga, dipasang jaring pelindung setinggi 12 meter lengkap dengan semprotan air otomatis untuk menangkap partikel debu.
“Kami memastikan aktivitas bongkar muat tetap terkendali dan tidak mengganggu masyarakat sekitar. Pengendalian debu menjadi perhatian utama,” tegas Hari.
Editor : Rebecca
Artikel Terkait
