Ini Konsep Wisata Yang Ditawarkan Desa Gegesik Kulon

Dede Kurniawan
.
Kamis, 09 September 2021 | 17:30 WIB

KABUPATEN CIREBON, iNews.id - Dengan luas sekitar 402 Ha, desa Gegesik Kulon memiliki potensi yang cukup besar terutama dalam bidang seni dan budaya. Untuk itu Pemerintah desa setempat menawarkan pendidikan seni dan budaya sebagai konsep desa wisata yang kini tengah diajukan melalui Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI).

Kuwu desa Gegesik Kulon, Gatot Sutrisno, mengatakan, untuk konsep desa wisata yang ditawarkan pihaknya kepada masyarakat luas adalah wisata edukasi khususnya dalam bidang seni dan budaya, selain melakukan edukasi, pihaknya juga akan memberikan pelatihan serta kearifan lokal.

"Darah kami ini khusus diwilayahnya Kecamatan Gegesik didominasi oleh tanah sawah, namun khususnya di desa Gegesik Kulon ini kami lebih menonjolkan seni dan budaya serta kearifan lokal nya," ujar Gatot, Kamis (9/9/2021).

Dikatakan Gatot, seni, budaya dan kearifan lokal yang merupakan warisan leluhur ini menjadi konsep yang ditawarkan untuk mengikuti ADWI ini, salah satu seni budaya yang dimiliki oleh desa Gegesik Kulon seperti tampak gendang, tari topeng serta keahlian dalam membuat wayang.

"Untuk pembuat wayang sendiri sekarang ini tinggal satu, dan kondisinya sekarang ini sudah sepuh sekali, untuk itu, seni membuat wayang ini jangan sampai punah," katanya.

Selain itu, menurut Gatot, banyak masyarakat desa Gegesik Kulon yang memiliki kreativitas di bidang seni seperti seni rupa, seni musik, seni tari, seni teater dan juga seni sastra. Untuk itu, lanjut Gatot, pihaknya akan terus melestarikan seni dan budaya yang ada di Gegesik Kulon ini agar tidak terjadi kepunahan.

"Kedepan, seni dan budaya jangan sampai tidak ada yang meneruskan, untuk itu peranan generasi muda sangat penting sekali agar bisa meneruskan seni, budaya yang sudah ada ini," tandasnya.

Gatot juga berharap, agar pemerintah baik dari tingkat daerah sampai pusat agar bisa mendorong generasi muda agar lebih mencintai seni dan budaya yang sudah diwariskan dan tidak terkontaminasi dengan budaya dari luar.

 

Editor : Miftahudin
Bagikan Artikel Ini