Menekraf Teuku Riefky Dorong Kota Cirebon Jadi Pusat Industri Digital dan Gim
CIREBON, iNewsCirebon.id — Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) RI berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Cirebon mendorong daerah setempat menjadi pusat pertumbuhan talenta digital dan ekonomi kreatif. Langkah ini diwujudkan melalui program IDE.IND yang digelar di Kota Cirebon, Kamis (5/11/2026).
Menteri Ekonomi Kreatif RI, Teuku Riefky Harsya, menyatakan Cirebon memiliki potensi besar pada industri berbasis digital, khususnya pengembangan aplikasi dan gim, di samping sektor unggulan seperti kuliner, fesyen, dan kriya.
"Kami mendengar bahwa talenta-talenta pembuat gim di Kota Cirebon cukup banyak, tetapi masih membutuhkan wadah. Karena itu, kami menghadirkan pengembang gim dari Bandung agar bisa bertemu dan berkolaborasi dengan talenta lokal," ujar Teuku Riefky.
Teuku Riefky menekankan pentingnya perlindungan kekayaan intelektual (intellectual property) agar inovasi digital talenta lokal memiliki nilai komersial yang berkelanjutan dan mampu menembus pasar nasional hingga internasional.
Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Cirebon Effendi Edo mengungkapkan bahwa lebih dari 68 persen penduduk Kota Cirebon berada pada usia produktif dengan penetrasi internet melampaui 80 persen. Menurutnya, potensi demografis dan digital tersebut harus dimanfaatkan agar generasi muda tidak sekadar menjadi konsumen teknologi.
"Jangan sampai kita hanya menjadi konsumen digital, yang setiap hari menggunakan aplikasi, gim, dan berbagai platform buatan pihak lain. Kita juga harus mulai mendorong anak-anak muda Cirebon menjadi produsen, menjadi kreator, bahkan menjadi pencipta solusi teknologi," tegas Effendi Edo.
Effendi Edo menambahkan, Pemkot Cirebon berkomitmen memfasilitasi sinergi antara belasan ribu UMKM lokal dengan talenta digital guna melahirkan ekosistem perusahaan rintisan (startup) serta solusi pemasaran berbasis teknologi.
Sementara itu, Anggota DPR RI Herman Khaeron menilai pengembangan industri digital perlu memacu revitalisasi sektor kreatif historis Cirebon, seperti rotan dan batik, agar tetap relevan dengan perkembangan pasar.
"Cirebon ini gudangnya kreativitas. Banyak sekali potensi yang kita miliki, mulai dari rotan, batik, kuliner, hingga berbagai industri lainnya. Tantangannya adalah bagaimana potensi yang sudah ada ini terus dikembangkan melalui inovasi," kata Herman.
Editor: Rebecca