Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Perbandingan Mahar Nikah 3 Anak Jokowi, Maskawin Kaesang untuk Erina Logam Mulia 10-12-20-22 Gram
Advertisement . Scroll to see content

Isu Dasco Bakal Gantikan Gibran, Pengamat Soroti Dugaan Pengalihan Opini Politik

Kamis, 05 November 2026 | 21:53 WIB
  • author Riant Subekti
Isu Dasco Bakal Gantikan Gibran, Pengamat Soroti Dugaan Pengalihan Opini Politik
Wakil Ketua DPR RI sekaligus Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, Foto : Dokumen iNews.id

CIREBON, iNewsCirebon.id– Isu mengenai Wakil Ketua DPR RI sekaligus Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, yang disebut-sebut berpeluang menggantikan Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Presiden, mendapat tanggapan dari pengamat politik alumni Universitas Gadjah Mada (UGM), Heru Subagia.

Heru menilai, spekulasi tersebut tidak memiliki landasan politik yang kuat. Menurutnya, posisi Dasco dalam konfigurasi politik nasional saat ini justru lebih berkaitan dengan perannya menjaga komunikasi dan soliditas koalisi pendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Ia berpandangan, kecil kemungkinan Dasco mengambil langkah untuk mengisi posisi Wakil Presiden apabila terjadi perubahan terhadap jabatan yang saat ini diduduki Gibran.

"Kalau kita melihat dari sudut pandang dan pendekatan politik, sangat sulit membayangkan Dasco mengambil posisi untuk menggantikan Gibran. Ada konfigurasi koalisi politik yang harus dihormati dan dijaga," ujar Heru, Kamis (5/11/2026) 

Menurut Heru, pemerintahan Prabowo-Gibran dibangun melalui dukungan sejumlah kekuatan politik. Karena itu, setiap dinamika yang menyangkut posisi strategis dalam pemerintahan tidak bisa dilepaskan dari komitmen dan kesepakatan politik di antara partai-partai pendukung.

Ia menilai, Dasco sebagai salah satu tokoh penting Partai Gerindra tentu memahami konsekuensi politik apabila muncul langkah yang dianggap mengabaikan komitmen koalisi tersebut.

Heru juga menyoroti munculnya narasi yang mengaitkan Dasco dengan isu pemakzulan maupun kemungkinan mundurnya Gibran. Menurutnya, penempatan nama Dasco dalam pusaran isu tersebut justru memunculkan pertanyaan mengenai motif dan arah pembentukan opini yang berkembang di ruang publik.

"Pertanyaannya, mengapa Dasco yang dijadikan sasaran? Ini menarik untuk dicermati. Jangan sampai isu yang diarahkan kepada Dasco justru menjadi cara untuk membangun opini negatif terhadap dirinya secara personal maupun terhadap Partai Gerindra," katanya.

Editor: Rebecca

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut