Operasi Patuh Lodaya, Polisi di Cirebon Ajak Ngopi Bareng Sopir Bus di Terminal Harjamukti
CIREBON, iNewsCirebon.id– Keselamatan perjalanan tidak hanya bergantung pada kondisi kendaraan dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas. Kesiapan fisik serta kesehatan pengemudi juga menjadi faktor penting, terutama bagi sopir bus malam yang harus menempuh perjalanan panjang.
Memahami hal tersebut, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Cirebon Kota memilih pendekatan humanis dengan mengajak puluhan sopir dan kernet bus malam berdialog santai sembari menikmati kopi di Terminal Tipe A Harjamukti, Kota Cirebon.
Kegiatan yang dikemas dalam suasana keakraban tersebut merupakan bagian dari Operasi Patuh Lodaya 2026. Sedikitnya 40 pengemudi dan kernet bus turut ambil bagian dalam kegiatan yang diisi sosialisasi keselamatan berlalu lintas, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga penyampaian berbagai keluhan para pekerja transportasi.
Alih-alih mengedepankan razia dan penindakan, polisi membuka ruang komunikasi agar para pengemudi dapat menyampaikan pengalaman maupun persoalan yang dihadapi selama menjalankan tugas di jalan raya.
Kasat Lantas Polres Cirebon Kota AKP Hadi Suryanto mengatakan, pendekatan tersebut dilakukan untuk membangun kesadaran tertib berlalu lintas melalui komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat.
Menurutnya, pengemudi bus malam memiliki tanggung jawab besar karena keselamatan puluhan penumpang berada di tangan mereka.
"Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kami menyosialisasikan keselamatan berlalu lintas melalui pendekatan humanis, salah satunya dengan menjalin silaturahmi bersama para pengemudi bus malam," ujar Hadi.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan melibatkan jajaran Satlantas Polres Cirebon Kota, mulai dari KBO Satlantas, Kanit Regident, Kanit Kamsel hingga personel Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sie Dokkes).
Kepala Terminal Tipe A Harjamukti serta pengurus agen perusahaan otobus juga turut mendukung kegiatan tersebut.
Hadi menjelaskan, pemeriksaan kesehatan gratis menjadi salah satu agenda penting. Sebab, kondisi tubuh pengemudi sangat berpengaruh terhadap kemampuan berkonsentrasi ketika mengemudikan kendaraan, khususnya pada malam hari.
"Kelelahan atau gangguan kesehatan sekecil apa pun berpotensi memengaruhi keselamatan pengemudi, penumpang, maupun pengguna jalan lainnya," katanya.
Selain pemeriksaan kesehatan, para sopir dan kernet juga mendapatkan imbauan mengenai pentingnya disiplin berlalu lintas, menjaga kebugaran tubuh, serta mengenali kondisi fisik sebelum memulai perjalanan.
Hadi mengingatkan, tugas pengemudi bukan sekadar mengejar waktu keberangkatan maupun tiba di tempat tujuan. Lebih dari itu, ada tanggung jawab untuk memastikan seluruh penumpang sampai dengan selamat.
"Bagi para pengemudi, perjalanan bukan semata soal menempuh jarak dan mengejar jadwal keberangkatan. Ada keluarga yang menunggu mereka pulang, begitu pula penumpang yang menitipkan keselamatan sepanjang perjalanan," tuturnya.
Melalui kegiatan tersebut, Satlantas Polres Cirebon Kota berharap kesadaran keselamatan berlalu lintas semakin tumbuh di kalangan pengemudi angkutan umum.
Hadi menegaskan, Operasi Patuh Lodaya 2026 tidak hanya berorientasi pada penegakan aturan, tetapi juga membangun kedekatan dengan masyarakat melalui edukasi, dialog, dan kepedulian.
Dengan demikian, secangkir kopi dan obrolan sederhana di terminal diharapkan menjadi awal tumbuhnya kesadaran bersama bahwa keselamatan di jalan raya merupakan tanggung jawab semua pihak.
Editor: Rebecca