get app
inews
Aa Text
Read Next : Tembus 18.000 Pengunjung, Museum Topeng Cirebon Jadi Destinasi Favorit Wisata Budaya

Dari Sampah Rumah Tangga Menjadi Eco Enzim, Warga Cangkoak Mulai Bangun Pengelolaan Sampah Produktif

Selasa, 18 Agustus 2026 | 14:11 WIB
header img
Sampah rumah tangga di Desa Cangkoak, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, mulai dikelola dengan cara berbeda. Foto : Riant Subekti

Dalam praktiknya, pendampingan terhadap Pokja Linggapora diarahkan agar pengelolaan sampah tidak berhenti pada kegiatan pengumpulan dan pengangkutan. Sampah yang masih memiliki nilai manfaat mulai dipilah, diolah, dan dimanfaatkan kembali.

Eco Enzim dari Limbah Buah dan Sayuran

Proses pembuatan eco enzim dilakukan dengan memanfaatkan limbah buah-buahan dan sisa sayuran yang kemudian difermentasi menggunakan gula tetes tebu dan air.

Formulasi yang digunakan yakni 3:1:10, terdiri atas tiga bagian bahan organik, satu bagian gula tetes tebu, dan sepuluh bagian air.

Seluruh bahan kemudian dimasukkan ke dalam wadah kedap udara untuk menjalani proses fermentasi.

Hingga tahap pelaporan kemajuan, Pokja Linggapora telah berhasil memproduksi eco enzim. Proses fermentasi telah berlangsung sekitar satu bulan dan menghasilkan cairan yang disimpan dalam wadah galon.

Namun, produk tersebut belum dinyatakan matang karena proses fermentasi ditargetkan berlangsung sekitar tiga bulan.

Sambil menunggu proses fermentasi selesai, tim bersama masyarakat melakukan uji coba awal pemanfaatan cairan hasil fermentasi pada pakan ayam dan tanaman terong.

Pengamatan awal menunjukkan adanya perubahan pola konsumsi pakan pada ayam. Sementara pada tanaman terong, secara visual terlihat adanya perkembangan pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan tanaman tanpa perlakuan.

Meski demikian, hasil tersebut masih sebatas pengamatan awal dan belum dapat dijadikan sebagai klaim mengenai efektivitas eco enzim.

Pasalnya, produk masih dalam proses fermentasi dan belum melalui pengujian kualitas maupun pengujian eksperimental secara terkontrol.

Setelah proses fermentasi mencapai sekitar tiga bulan, produk akan dievaluasi. Hasilnya kemudian direncanakan untuk didemonstrasikan kepada masyarakat dan Pemerintah Desa Cangkoak.

Demonstrasi tersebut diharapkan dapat menjadi sarana untuk memperlihatkan secara langsung bagaimana sampah organik rumah tangga dapat diolah menjadi produk yang berpotensi dimanfaatkan kembali.

Menuju Pengelolaan Sampah Produktif

Bagi Pokja Linggapora, program ini menjadi tahap awal perubahan peran dalam pengelolaan sampah di Desa Cangkoak.

Jika sebelumnya aktivitas lebih banyak berfokus pada pengumpulan dan pengangkutan, kini Pokja mulai bergerak ke tahap pemilahan, pengolahan, produksi, hingga uji coba pemanfaatan sampah organik.

Pengelolaan sampah pun mulai diarahkan bukan hanya untuk menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga memanfaatkan potensi sumber daya lokal.

Eco enzim menjadi salah satu langkah awal bagi masyarakat Desa Cangkoak untuk membangun pola pengelolaan sampah yang lebih produktif, partisipatif, dan berkelanjutan.

Dengan keterlibatan warga, dukungan pemerintah desa, serta pendampingan perguruan tinggi, sampah rumah tangga yang sebelumnya dianggap sebagai persoalan lingkungan perlahan mulai dilihat sebagai sumber daya yang masih memiliki nilai manfaat.

Editor : Rebecca

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut