Waspada Kerusakan Ginjal Dini, Dokter Ingatkan Bahaya Jajanan Berwarna dan Jamu Sembarangan
JAKARTA, iNewsCirebon.id - Kebiasaan mengonsumsi jajanan berwarna mencolok serta obat tradisional atau jamu tanpa kejelasan kandungan terbukti memicu ancaman serius bagi kesehatan ginjal. Masyarakat, khususnya para orang tua, diimbau untuk lebih ketat mengawasi asupan anak-anak agar terhindar dari risiko kerusakan ginjal sejak usia dini.
Zat warna buatan yang kerap ditemukan pada makanan tertentu umumnya bersifat nefrotoksik atau beracun bagi ginjal. Jika dikonsumsi secara terus-menerus dalam jangka panjang, zat berbahaya ini secara perlahan dapat menggerogoti fungsi organ penyaring darah tersebut.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Ginjal Hipertensi Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Mutalib Abdullah, Sp.PD-KGH, FINASIM, mengungkapkan keprihatinannya atas rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan ginjal, di tengah tren peningkatan pasien gagal ginjal dari tahun ke tahun. Selain faktor pemicu klasik seperti diabetes dan hipertensi, pola konsumsi harian memegang peranan besar.
"Banyak makanan dan obat-obatan atau jamu yang bersifat nefrotoksik. Orang tua harus aware agar anak-anak tidak jajan sembarangan," tegas dr. Mutalib dalam acara Peluncuran Urology & Nephrology Clinic Bethsaida Hospital Gading Serpong, Rabu (29/7/2026).
Selain mewaspadai makanan berpengawet atau pewarna buatan, dr. Mutalib juga mengingatkan para penyintas batu ginjal untuk tidak mengabaikan kontrol rutin. Menurutnya, batu ginjal memiliki potensi tinggi untuk terbentuk kembali apabila pasien abai terhadap pola hidup sehat dan pengobatan lanjutan.
Mengingat karakteristik penyakit ginjal yang sering kali berkembang secara senyap tanpa gejala khas di tahap awal, deteksi dini menjadi kunci utama. Langkah proaktif ini krusial untuk mencegah perburukan fungsi ginjal sebelum bergeser menjadi gagal ginjal kronis.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar