Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Merawat Jejak Leluhur: Larung Syukur dan Napak Tilas Spiritual Warga Desa Kali Sapu Cirebon
Advertisement . Scroll to see content

Masyarakat Astana Ingin Festival Ogoh-Ogoh Kembali Digelar dalam Rangkaian Sedekah Bumi

Rabu, 16 September 2026 | 10:40 WIB
  • author Riant Subekti
Masyarakat Astana Ingin Festival Ogoh-Ogoh Kembali Digelar dalam Rangkaian Sedekah Bumi
Masyarakat Astana Ingin Festival Ogoh-Ogoh Kembali Digelar dalam Rangkaian Sedekah Bumi. Foto : Istimewa

CIREBON, iNewsCirebon.id– Masyarakat Desa Astana, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon, berharap tradisi budaya yang menjadi bagian dari rangkaian Sedekah Bumi dan Nadran kembali dihidupkan.

Salah satu yang ingin digelar kembali adalah Festival Ogoh-Ogoh, yang selama ini menjadi bagian dari kegiatan budaya masyarakat di sekitar kawasan makam Sunan Gunung Jati.

Keinginan tersebut muncul dalam pembahasan bersama sejumlah tokoh masyarakat dan pengelola kawasan makam Sunan Gunung Jati. Mereka menilai, kegiatan budaya tersebut memiliki nilai tradisi sekaligus menjadi sarana mempererat kebersamaan warga.

Juru Kunci atau Jeneng Makam Sunan Gunung Jati, Nasirudin, mengatakan gagasan untuk menghidupkan kembali kegiatan tersebut merupakan aspirasi dari masyarakat dan sejumlah tokoh setempat.

“Ini berdasarkan masukan dari tokoh-tokoh masyarakat yang menginginkan kegiatan budaya seperti ider-ideran dan rangkaian acaranya bisa diadakan kembali,” kata Nasir, Rabu(16/9/2026).

Menurut Nasir, apabila rencana tersebut direalisasikan, pelaksanaannya perlu dipersiapkan secara matang, terutama menyangkut rute arak-arakan agar tidak mengganggu kelancaran lalu lintas.

Pihaknya bahkan berencana melakukan penyesuaian rute. Jika sebelumnya jalur kegiatan direncanakan hingga kawasan Taman Krucuk, rute tersebut akan dipertimbangkan untuk dipersingkat hingga wilayah Klayan atau sekitar Pertamina.

“Rutenya mungkin yang tadinya sampai batas Taman Krucuk, akan saya ubah sampai batas Klayan atau di Pertamina saja,” ujarnya.

Selain jalur, waktu pelaksanaan juga akan dikaji kembali. Nasir menyebut kegiatan yang sebelumnya direncanakan berlangsung pada Sabtu kemungkinan diusulkan pada Minggu pagi.

Penyesuaian tersebut dilakukan agar kegiatan budaya dapat berlangsung dengan tetap mempertimbangkan aktivitas warga dan kondisi lalu lintas di sekitar kawasan Gunung Jati.

Masyarakat berharap Festival Ogoh-Ogoh serta rangkaian Sedekah Bumi dan Nadran dapat kembali menjadi bagian dari agenda budaya Desa Astana. Selain menjaga warisan leluhur, kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang kebersamaan bagi masyarakat dan generasi muda untuk mengenal tradisi daerahnya.

Nasir menegaskan, rencana tersebut masih membutuhkan dukungan dan keterlibatan berbagai pihak, khususnya masyarakat Desa Astana dan wilayah sekitarnya.

Editor: Rebecca

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut