Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Nahkoda KM Berkah Abadi Meninggal Saat Berlayar, Jenazah Dievakuasi ke RSUD Gunung Jati Cirebon
Advertisement . Scroll to see content

PPN Kejawanan Cirebon Dipoles Jadi Pelabuhan Modern, Kapasitas Kapal Ditargetkan Tembus 500

Kamis, 17 September 2026 | 18:59 WIB
  • author Riant Subekti
PPN Kejawanan Cirebon Dipoles Jadi Pelabuhan Modern, Kapasitas Kapal Ditargetkan Tembus 500
Kegiatan tersebut turut dihadiri Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Wali Kota Cirebon Effendi Edo bersama Sekretaris Daerah Kota Cirebon Iing Daiman. Foto : Riant Subekti

CIREBON, iNewsCirebon.id– Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Kejawanan Kota Cirebon mulai memasuki babak baru. Kawasan pelabuhan tersebut akan dikembangkan menjadi pusat aktivitas perikanan yang lebih modern dan terintegrasi, dengan orientasi hingga pasar internasional.

Tahapan pembangunan resmi dimulai setelah Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono melakukan groundbreaking proyek Integrated Fishing Ports and International Fish Markets (IFP-IFM) Phase-I di kawasan PPN Kejawanan, Kamis (17/9/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Wali Kota Cirebon Effendi Edo bersama Sekretaris Daerah Kota Cirebon Iing Daiman.

Pengembangan ini tidak sekadar menyasar peningkatan fasilitas pelabuhan. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyiapkan PPN Kejawanan agar mampu menopang aktivitas perikanan secara menyeluruh, mulai dari kapal dan pendaratan ikan hingga pengolahan serta pemasaran hasil tangkapan.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, pembenahan pelabuhan menjadi salah satu bagian penting dalam meningkatkan kualitas sektor perikanan nasional.

Menurutnya, kondisi infrastruktur pelabuhan memiliki kaitan dengan kualitas hasil tangkapan, produktivitas nelayan, hingga kemampuan produk perikanan memenuhi standar pasar.

“Yang kita lakukan di Kejawanan ini merupakan bagian dari pembenahan mendasar pelabuhan perikanan. Kita ingin pelabuhan menjadi lebih modern, tertata, dan memberikan pelayanan yang lebih baik,” kata Trenggono.

Ia menyebut peningkatan fasilitas juga akan memperkuat sistem ketertelusuran produk perikanan. Dengan demikian, mutu hasil tangkapan dapat lebih terjaga dan memenuhi kebutuhan pasar yang lebih luas.

“Ketika pelabuhannya dibangun dengan baik, kualitas produknya juga akan ikut meningkat. Ketertelusurannya menjadi lebih jelas sehingga produk perikanan memiliki peluang yang lebih baik untuk diterima di pasar internasional,” ujarnya.

Selain fungsi utama sebagai kawasan perikanan, desain pengembangan PPN Kejawanan juga akan memperhatikan karakter Kota Cirebon dan potensi sektor lainnya.

Trenggono mengatakan, kawasan pelabuhan diharapkan dapat berdampingan dengan aktivitas wisata tanpa mengabaikan aspek kebersihan dan lingkungan.

“Kita ingin membangun pelabuhan perikanan yang modern, bersih, tidak menimbulkan persoalan lingkungan, sekaligus dapat menyatu dengan sektor wisata dan karakter daerah,” tuturnya.

Proyek IFP-IFM Phase-I tersebut ditargetkan rampung pada 2028. Pembangunan mendapat pembiayaan melalui pinjaman luar negeri dari Islamic Development Bank (IsDB).

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP Lotharia Latif melaporkan, pekerjaan konstruksi dilaksanakan PT Nindya Karya bersama PT Sumber Teknik Konstruksi dengan durasi 730 hari kalender, terhitung sejak 3 Agustus 2026 hingga 2 Agustus 2028.

Pembangunan mencakup fasilitas di sisi laut dan darat. Di sisi laut, pekerjaan meliputi breakwater, revetment, groin, reklamasi, kolam pelabuhan serta dermaga untuk mendukung pelayanan kapal berbagai ukuran.

Sedangkan di daratan, akan dibangun sejumlah fasilitas pendukung, antara lain kantor administrasi dan syahbandar, gedung Balai Besar Perikanan Penangkapan Ikan (BBPI), tempat pelelangan ikan (TPI), kios UMKM hingga instalasi pengolahan air limbah (IPAL).

Setelah proyek rampung, kapasitas pelayanan PPN Kejawanan ditargetkan meningkat dari 241 kapal menjadi 500 kapal.

Produksi ikan juga diproyeksikan naik dari sekitar 5.600 ton menjadi 32.000 ton per tahun. Seiring peningkatan aktivitas tersebut, jumlah tenaga kerja yang terlibat ditargetkan bertambah dari sekitar 2.900 orang menjadi 8.000 orang.

Pengembangan ini sekaligus diarahkan untuk memperkuat posisi Kejawanan sebagai pusat bisnis hasil tangkapan dan produk perikanan, termasuk mendukung aktivitas yang berorientasi ekspor.

Editor: Rebecca

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut