BGN Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis: Validasi 63 Juta Data dan Atur Ulang Insentif SPPG
Selain persoalan data, BGN juga menyoroti sistem pemberian insentif bagi SPPG yang selama ini dinilai kurang proporsional karena disamaratakan. Padahal, beban kerja, kapasitas layanan, serta radius wilayah operasional setiap SPPG di lapangan sangat bervariasi.
Agustina mencontohkan, ada SPPG yang hanya melayani sekitar 1.000 penerima dengan jarak dekat, sementara SPPG lain harus menjangkau area yang jauh lebih luas dengan jumlah sasaran yang lebih banyak.
"Nggak fair kalau SPPG yang jangkauannya cuma 200 meter dan melayani 1.000 orang, insentifnya disamakan dengan yang melayani area 400 sampai 500 meter dengan performa lebih bagus—misalnya sama-sama disamaratakan Rp6 juta. Skema-skema seperti ini yang akan kami perbaiki agar lebih adil," terangnya.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar