Ratusan Kuwu Cirebon Teladani Perjuangan Mbah Kuwu Sangkan, Gelar Haul dan Ziarah ke Gunung Janti
CIREBON, iNewsCirebon.id – Ratusan kuwu atau kepala desa se-Kabupaten Cirebon memperingati Haul Mbah Kuwu Cirebon dengan menggelar doa, tahlil, dan ziarah ke sejumlah situs bersejarah, Rabu (15/7/2026). Kegiatan yang menjadi agenda rutin Forum Komunikasi Kuwu Kabupaten Cirebon (FKKC) ini digelar sebagai bentuk penghormatan sekaligus meneladani perjuangan Mbah Kuwu Sangkan Cirebon yang dikenal sebagai tokoh pembuka babad tanah Caruban.
Mengusung tema "Gegunen Sifat Kang Finuji", ratusan kuwu mengenakan pakaian komprang serba hitam lengkap dengan iket dan peci. Mereka berkumpul di Sekretariat FKKC sebelum bersama-sama menuju makam Mbah Kuwu Sangkan di Cirebon Girang, Kecamatan Talun, untuk melaksanakan doa dan tahlil.
Usai berziarah di makam Mbah Kuwu Sangkan, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Kompleks Astana Gunung Jati. Di tempat tersebut, para kuwu bersama Bupati Cirebon Imron Rosyadi dan Wakil Bupati Cirebon Agus Kurniawan kembali memanjatkan doa di makam Syekh Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati sebagai bentuk penghormatan kepada ulama besar penyebar agama Islam di Tatar Cirebon.
Ketua Forum Komunikasi Kuwu Kabupaten Cirebon (FKKC), Muali, yang juga Kuwu Desa Keraton, mengatakan Haul Mbah Kuwu Cirebon merupakan tradisi yang terus dijaga sebagai pengingat bagi seluruh kuwu terhadap sejarah lahirnya Cirebon dan nilai-nilai kepemimpinan para pendahulu.
"Haul Mbah Kuwu Cirebon merupakan agenda rutin FKKC sebagai perwujudan rasa hormat seluruh kuwu untuk mengenang dan meneladani perjuangan Mbah Kuwu Sangkan Cirebon dalam membuka babad tanah Caruban. Beliau adalah sosok pemimpin yang meletakkan dasar pemerintahan, persatuan, dan pengabdian kepada masyarakat," ujar Muali.
Menurutnya, tema "Gegunen Sifat Kang Finuji" mengandung makna agar setiap kuwu senantiasa meneladani sifat-sifat terpuji para leluhur dalam menjalankan amanah sebagai pemimpin desa, mengedepankan kejujuran, kebersamaan, serta mengutamakan kepentingan masyarakat.
"Kami ingin seluruh kuwu tidak melupakan sejarah. Dengan mengenang perjuangan para leluhur, semangat membangun desa, menjaga persatuan, dan melayani masyarakat dapat terus diwariskan kepada generasi penerus," katanya.
Sementara itu, Kuwu Desa Kalisapu, Suhana, berharap Haul Mbah Kuwu Cirebon tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum memperkuat persaudaraan antarkuwu sekaligus meningkatkan semangat pengabdian kepada masyarakat.
"Semoga melalui haul ini kami semua diberikan kekuatan untuk menjaga amanah, mempererat silaturahmi, serta mampu meneladani kepemimpinan Mbah Kuwu Sangkan yang bijaksana, sederhana, dan selalu mengutamakan kepentingan rakyat. Nilai-nilai itu harus tetap hidup di tengah perkembangan zaman," tutur Suhana.
Dalam sejarah Cirebon, Mbah Kuwu Sangkan atau yang dikenal sebagai Ki Gedeng Alang merupakan tokoh yang membuka pemukiman di wilayah Lemahwungkuk yang kemudian berkembang menjadi Caruban. Kepemimpinannya menjadi tonggak awal lahirnya Cirebon sebagai sebuah wilayah, yang selanjutnya berkembang bersama Pangeran Cakrabuana hingga mencapai masa kejayaan pada era Sunan Gunung Jati. Karena jasa besarnya itulah, sosok Mbah Kuwu Sangkan hingga kini terus dikenang dan dijadikan teladan oleh para kuwu sebagai pemimpin pemerintahan desa di Kabupaten Cirebon.
Kegiatan haul yang berlangsung khidmat tersebut ditutup dengan doa bersama di Astana Gunung Jati, sebagai ikhtiar memohon keberkahan bagi Kabupaten Cirebon serta seluruh masyarakatnya, sekaligus memperkokoh komitmen para kuwu untuk meneruskan semangat pengabdian para leluhur dalam membangun desa dan menjaga warisan budaya Cirebon.
Editor: Rebecca