Kisah Aprilea Sofiastuti: Wisudawati Magister Terbaik ITB, Menjaga Pelestarian Sejarah lewat Riset
Selain dorongan personal, tuntutan pendidikan lanjutan untuk memperoleh legalitas profesi arsitek juga menjadi alasan Lea melanjutkan studi magister di ITB.
Kembali ke dunia akademik memberinya pengalaman yang berbeda dibandingkan dunia kerja.
Menurut Lea, ruang akademik menawarkan kebebasan dalam mengeksplorasi gagasan dengan bimbingan dosen, sementara praktik profesional kerap dibatasi faktor eksternal seperti anggaran dan kebutuhan klien.
Selama masa studi, Lea memperoleh banyak pengalaman berharga, termasuk berdiskusi dengan mahasiswa lintas angkatan yang dinilainya memiliki ide dan referensi yang segar.
Ia juga berkesempatan mengikuti sejumlah studio bersama mahasiswa pertukaran (exchange student), yang memperkaya pengalaman kolaborasi lintas budaya dan sudut pandang.
Perjalanan menuju topik tesisnya bermula saat mengikuti kompetisi desain di Singapura. Dalam ajang tersebut, Lea ditantang merancang sebuah pulau berskala besar dengan tujuan menghidupkan kembali nilai kehangatan dan humanisme melalui arsitektur.
“Itu skalanya sangat besar dan seharusnya melibatkan pendekatan multidisiplin, seperti rancang kota dan Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK). Namun saat itu, tim kami hanya dari arsitektur, sehingga fokus desainnya pada aspek arsitektural,” jelasnya.
Editor : Rebecca