Geger Tudingan SBY Dalang Isu Ijazah Jokowi, Demokrat Resmi Somasi Budhius Piliang
JAKARTA, iNewsCirebon.id – Ketegangan politik memuncak di awal tahun setelah Badan Hukum dan Pengamanan Partai (BHPP) DPP Partai Demokrat melayangkan somasi keras kepada Sudiro Wi Budhius M Piliang.
Langkah hukum ini diambil menyusul pernyataan kontroversial Budhius yang menuding Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), ikut bermain di balik polemik ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.
Tudingan yang dilemparkan melalui sebuah unggahan video di platform TikTok tersebut dianggap sebagai serangan langsung terhadap kehormatan partai dan tokoh sentral mereka.
Surat somasi tersebut ditandatangani oleh jajaran tim hukum yang terdiri dari Muhajir, Jimmy Himawan, Nurhidayat Umacina, Cepi Hendrayani, Novianto Rohmantyo, hingga Teuku Irmansyah Akbar.
Melalui dokumen resmi tersebut, pihak Demokrat menuntut agar Budhius Piliang segera memberikan klarifikasi, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka di berbagai media massa, serta menghapus konten video yang dianggap sebagai fitnah tersebut.
Pihak partai menilai narasi yang dibangun Budhius tidak memiliki dasar kebenaran dan merupakan bentuk pemberitaan bohong yang sengaja disebarkan ke publik.
Dampak dari video tersebut dinilai sangat merusak karena telah memicu keonaran serta menyesatkan pandangan masyarakat terhadap Partai Demokrat dan SBY.
Tim hukum BHPP menyertakan jeratan pasal berlapis untuk memperkuat langkah mereka, termasuk Pasal 14 dan 15 KUHP mengenai penyebaran berita bohong, serta Pasal 28 dan 45A UU ITE. Tuduhan Budhius dianggap telah mencoreng citra baik seluruh pengurus, kader, dan anggota Partai Demokrat di seluruh penjuru Indonesia yang kini merasa dirugikan secara moril.
Budhius Piliang kini hanya memiliki waktu sempit untuk merespons karena Demokrat memberikan ultimatum selama 3x24 jam sejak surat somasi diterima. Jika permintaan klarifikasi dan maaf tidak dipenuhi, jalur pidana dipastikan akan menjadi langkah selanjutnya.
Tidak hanya menyasar Budhius, Partai Demokrat juga menegaskan bahwa mereka tengah memantau ketat dan bersiap melakukan tindakan hukum serupa terhadap pemilik akun YouTube seperti Zulfan Lindan, Agri Fanani, dan Kajian Online yang dinilai turut memperkeruh suasana melalui narasi yang sama.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar