Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Tegak Lurus Dukung Ganjar, Hubungan Zulhas dan Heru Tetap Harmonis
Advertisement . Scroll to see content

Aksi Zulhas Pegang Cerutu Saat Kunjungi Banjir Aceh Disorot, Pengamat: Itu Kebiasaan Lama

Selasa, 16 Desember 2025 | 11:35 WIB
  • author Riant Subekti
Aksi Zulhas Pegang Cerutu Saat Kunjungi Banjir Aceh Disorot, Pengamat: Itu Kebiasaan Lama
Pengamat ekonomi dan politik Heru Subagia menanggapi viralnya video Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas). Foto : Riant Subekti

CIREBON, iNewsCirebon.id – Pengamat ekonomi dan politik Heru Subagia menanggapi viralnya video Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) yang terlihat menyantap makanan sambil memegang cerutu saat meninjau lokasi banjir di Aceh. Ia meminta publik menyikapi peristiwa tersebut secara lebih proporsional.

Menurut Heru, kebiasaan merokok cerutu merupakan gaya hidup Zulhas yang sudah lama dilakukan dalam berbagai kesempatan, khususnya saat makan atau pertemuan informal.

“Saya tidak dalam posisi membela siapa pun. Saya hanya menjelaskan bahwa merokok cerutu memang sudah menjadi kebiasaan Pak Zulhas. Itu bukan hal baru,” ujar Heru, Selasa (16/12/2025).

Video tersebut direkam di Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, Minggu (14/12/2025), dan beredar luas di media sosial. Dalam rekaman itu, Zulhas tampak duduk di sebuah rumah makan, memegang cerutu di satu tangan sembari menyantap hidangan.

Unggahan tersebut memicu beragam reaksi warganet. Sebagian menilai sikap Zulhas kurang mencerminkan empati terhadap warga yang terdampak banjir.

Menanggapi kritik tersebut, Heru menegaskan bahwa kebiasaan personal tidak dapat serta-merta dijadikan indikator kepedulian seorang pejabat terhadap korban bencana.

“Ketika makan bersama tim di sela kegiatan lapangan, itu bagian dari aktivitas normal. Jangan semua hal dipelintir menjadi isu politik,” katanya.

Meski demikian, Heru mengingatkan bahwa pejabat publik tetap harus menjaga sikap dan gestur saat berada di lokasi bencana, mengingat tingginya sensitivitas masyarakat dalam situasi kemanusiaan.

 

Editor: Rebecca

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut