get app
inews
Aa Read Next : Mengintip 7 Peninggalan Sunan Gunung Jati, Masih Lestari meski Berusia Ratusan Tahun

Tradisi Curak atau Saweran Masih Tetap Lestari di Kabupaten Cirebon

Minggu, 20 November 2022 | 15:45 WIB
header img
Tradisi Curak atau Saweran Masih Lestari di Kabupaten Cirebon. Foto : iNews Cirebon/ Riant Subekti

KABUPATEN CIREBON, iNewsCirebon.id - Kaya akan budaya dan tradisi, tentunya menjadikan Indonesia menjadi salah satu negara yang unik.

Salah satu tradisi di Indonesia yang masih sering dilakukan oleh masyarakatnya yaitu tradisi saweran atau curak. 

Curak atau saweran merupakan tradisi menabur benda-benda kecil,berisikan beras, bunga dan uang koin sebagai ungkapan rasa syukur dengan membagikan kepada warga lain dengan cara ditaburkan. 

Ya tradisi ini hingga saat ini masih terus dilestarikan oleh sebagaian besar masyarakat Indonesia, khusunya di Jawa Barat. 

Belum diketahui pasti tradisi curak ini kapan awal mula dilakukan, yang jelas tradisi tersebut masih melekat dan kerap dilakukan oleh masyarakat khususnya di Desa Babadan , Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon, pada Minggu (20/11/2022) sore.

Menurut budayawan lokal sekaligus pemerhati sejarah Kerajaan Singapura, H. Nadisa Astawi Syamsuddin, Perbedaan saweran dan curak sebenarnya tidak jauh berbeda, hanya saja curak dilakukan pada hal-hal keseharian, sedangkan saweran biasanya hanya ada pada pesta pernikahan.

" Curak sendiri biasaanya dilakukan masyarakat, dikala dia punya hajat dan terkabul, melalui rasa syukurnya masyarakat berbagi dengan yang lain dengan cara membagikan uang koin recehan, disertai bunga bungaan dan beras" katanya. 

Dijelaskan H. Nadisa pada tradisi ini, ada kearifan lokal yang bisa dipetik. Di mana pada saat tetangga mendapat rijki, para tetangganya ikut senang, dan yang curak ikut berbagi kebahagiaan

Seperti halnya yang dilakukan salah satu keluarga Santi di Desa Babadan, Kecamatan Gunungjati melakukan tradisi curakan, ia melakukan tradisi tersebut sebagai ungkapan rasa syukur karena kedua buah hatinya sembuh setelah dirawat beberapa hari di Rumah Sakit. 

" Sebagai ungkapan rasa syukur berbagi kebahagian dengan tetangga, karena anak anak dan keluarga kembali sehat dari sakit"ungkapnya. 

Dalam tradisi tersebut baik anak anak dan ibu ibu berkumpul didepan rumah salah satu warga yang hendak melakukan tradisi tersebut. 

Ketika uang koin dengan campuran butiran beras dan bunga dilemparkan langsung disambut teriakan anak-anak yang kegirangan. Mereka berusaha memungut sebanyak-bannyaknya uang curak tersebut, entah sadar atau tidak para ibu ibu pun ikut tertawa lepas. 

Gelak tawa anak-anak dan orang tuanya, terdengar usai beberapa lemparan curak selesai, Istimewanya dalam curak tersebut semua anak kebagian, Anak-anak tampak gembira sambil menghitung uang curak yang didapatnya.

Editor : Miftahudin

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut