Cara Belajar Membatik Tulis Khas Trusmi Cirebon

Tim Liputan
.
Rabu, 13 Oktober 2021 | 17:04 WIB
Ilustrasi kerajinan batik tulis (foto: IG@rumah_batik_palbatu)

CIREBON, iNews.id - Batik tulis Indosesia sudah tercatat dalam warisan dunia dan menjadi salah satu kekayaan seni bangsa ini. Sejak ditetapkannya tanggal 02 Oktober sebagai Hari Batik oleh UNESCO.

Warna dan motif batik di Indonesia sangatlah beragam, bergantung kekayaan dan latar belakang suatu daerah atau instansi.

Motif batik yang sering dijumpai antara lain, motif kawung, motif parang, motif mega mendung, dan motif wayang. Biasanya motif batik ini terispirasi dari flora dan fauna, atau gabungan keduanya.

Proses pembatikan juga dapat dilakukan dengan berbagai cara, ada batik tulis, batik cap, batik print, dan batik celup.

Namun pernah tahukan anda motif Batik Mega Mendung yang sudah melegenda menjadi motif yang digemari dan terkenal hingga dunia Internasional berasal dari mana? Adalalah daerah Cirebon motif itu berasal dan wilayah Desa Trusmi Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon tidak bisa dipisahkan sebagai sentra pebatik di wilayah cirebon. Mari kita lihat dan intip proses pembuatanya.
 
Berikut bahan dan alat yang perlu disiapkan untuk membatik:

1. Kain mori atau juga kain yang terbuat dari sutra atau katun
2. Canting (alat pembentuk motif batik)
3. Gawangan (tempat untuk manghamparkan kain batik)
4.Malam (lilin untuk membatik)
5.Wajan, panci, dan kompor kecil (untuk memanaskan malam)
6.Pewarna (disesuaikan dengan selera masing-masing)
7. Pensil (untuk menggambar motif batik)
8. Kuas (opsional)

Langkah-langkah selanjutnya sebagai berikut:

1. Tentukan desain motif batik yang akan dibuat, bisa dengan mendesain sendiri atau meniru motif yang sudah ada.
2. Gambar motif batik terlebih dahulu pada kain mori menggunakan pensil.
3. Panaskan malam dalam wajan di atas kompor, lalu ambil sedikit demi sedikit menggunakan canting dan pulaskan/lukiskan di atas gambar motif.
4. Menutup motif kain yang ingin terlihat polos (tidak berwarna) dengan menggunakan larutan malam. Bisa menggunakan canting atau kuas. Tujuannya agar kain tetap polos ketika dicelupkan dalam pewarna pertama.
5. Paparkan kain tersebut di atas gawangan hingga mengering.
6. Lakukan pembatikan menggunakan canting kembali pada pola tertentu. Lalu jemur kembali.
7. Setelah pembatikan kedua selesai, lakukan pewarnaan dengan mencelupkan kain pada pewarna kedua.
8. Apabila masih ada motif lain yang ingin diberi warna berbeda, lakukan pembatikan dan pencelupan warna tahap selanjutnya, sampai semua motif telah diwarnai sesuai keinginan.
9. Rebus kain dalam panci yang dijerang di atas kompor untuk menghilangkan lapisan malam.
10. Jemur kain hingga kering dan siap digunakan.

Selamat untuk mencoba.

 

Editor : Miftahudin
Bagikan Artikel Ini