Jokowi Dijadwalkan Temui Putin dan Zelensky, Dikawal Tim Penyelamatan Khusus untuk Pertama Kali

Raka Dwi Novianto
.
Kamis, 23 Juni 2022 | 15:13 WIB
Ilustrasi. Sebanyak 39 personel akan mengawal Presiden Jokowi saat berkunjung ke Rusia dan Ukraina di akhir Juni 2022 nanti. (Foto: doc. iNews.id)

JAKARTA, iNews.id - Presiden Joko Widodo dijadwalkan berkunjung ke Rusia dan Ukraina pada akhir Juni 2022. Pasukan Pengawal Presiden (Paspampres) pun telah menyiapkan diri untuk mengawal kepala negara. 

Komandan Paspampres Mayjen TNI Tri Budi Utomo mengungkapkan, pihaknya telah menyiapkan 39 personel yang akan mendampingi Jokowi. 

"Kalau kita sendiri yang melekat ke beliau ada 19, ditambah yang matanya sendiri 10 di sana, berarti 29, ditambah dengan 10 orang yang sudah standby di sana," ujar Tri Budi kepada wartawan, Kamis (23/6/2022). 

Ia menjelaskan persiapan timnya dalam mengawal Jokowi. Di antaranya beberapa minggu lalu pihaknya sudah mulai latihan hingga hari ini untuk mengantisipasi hal-hal yang tak terduga. 

"Contohnya penyelamatan dari kereta api, penyelamatan di stasiunnya sendiri, di jalan seperti apa, meng-escape beliau, itu kita sudah latihan, itu dari teknisnya," kata Tri Budi.

Dari sisi personel, kata Tri Budi, pihaknya telah menyiapkan tim penyelamatan khusus yang tidak dibawa sebelumnya pada saat acara atau kunjungan kerja Jokowi. Tim penyelamat tersebut dikhususkan dalam kunjungan Jokowi ke Rusia dan Ukraina. 

"Khusus ini kita membawa personel tersebut dengan menggunakan pakaian, nantinya, rencananya akan menggunakan PDL TNI. Tapi untuk main group-nya kita sendiri tetap penyelamatan dengan meng-cover beliau secara langsung," katanya. 
Dari 39 personel yang mendampingi Jokowi, kata Tri Budi, 10 personel tergabung dalam tim penyelamatan, 19 personel grup utama, dan 10 personel menjadi tim pendahulu yang sudah berada di Rusia ataupun Ukraina.

"Perlengkapan pun kita sudah siapkan helm, rompi yang kemungkinan kalau memang berkenan digunakan untuk kegiatan di sana kita juga sudah siapkan semuanya. Untuk senjata yang biasanya kita tidak menggunakan senjata laras panjang dari pihak Ukraina juga sudah memberi kita keleluasaan untuk membawa senjata laras panjang sesuai dengan jumlah personel Paspampres kita dengan amunisi yang tidak terbatas," katanya. 

Terkait komunikasi, Tri Budi telah menghubungi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) yang berada di Rusia dan Ukraina. 

"Untuk komunikasi maupun koordinasi dengan mereka kita sudah lakukan di awal dengan KBRI dan selanjutnya nanti (tim) advance akan ke sana, lebih melekat lagi, nanti di dalam rangkaian kereta api kemungkinan juga mereka akan ikut di dalam situ. Namun, kita batasi untuk jumlah tempatnya. Sementara demikian yang saya bisa sampaikan," katanya.

Editor : Miftahudin
Bagikan Artikel Ini