CIREBON, iNewsCirebon.id– Partai politik tidak cukup hanya berbicara tentang kekuasaan dan perebutan suara. Lebih dari itu, partai dituntut mampu melahirkan gagasan, membangun kesadaran kritis, serta memperjuangkan kepentingan masyarakat, terutama kelompok kecil dan kaum yang terpinggirkan.
Semangat itulah yang coba dibangun DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Cirebon melalui diskusi publik dan bedah buku Islam dan Sosialisme: Mengurai Pemikiran HOS Tjokroaminoto dan Ali Syari'ati di Graha Djoeang PKB Kabupaten Cirebon, Rabu malam (4/11/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menerjemahkan semangat Tobat Politik dan evaluasi internal partai ke dalam ruang diskusi yang lebih terbuka. PKB ingin mendorong politik tidak semata-mata berorientasi pada kepentingan elektoral, tetapi juga memiliki keberpihakan terhadap keadilan sosial dan nasib kaum mustad'afin.
Diskusi dihadiri Ketua Tanfidz DPC PKB Kabupaten Cirebon, H. Jamil Abdul Latief, Lc., M.E., Sekretaris DPC Waswin Janata, S.H., serta Bendahara H. Darusa, S.H.
Hadir pula jajaran Fraksi PKB DPRD Kabupaten Cirebon, yakni Wakil Ketua DPRD H. R. Hasan Basori, M.Si., Ketua Fraksi Tatang Ismail, S.Sy., serta anggota fraksi Lukman Hakim, S.H.I., M.H. dan Muhlisin.
Forum tersebut menghadirkan penulis sekaligus pengamat politik Sutan Aji Nugraha dan Wakil Ketua PWNU Jawa Barat sekaligus Ketua Bidang Kajian MUI Jawa Barat, KH. Ahmad Dasuki, S.Pd.I., M.M. Diskusi dipandu akademisi Dr. Khusni.
Pembahasan berlangsung dinamis dengan mengangkat pemikiran HOS Tjokroaminoto dan Ali Syari'ati mengenai hubungan Islam, sosialisme, dan perjuangan membangun tatanan masyarakat yang berkeadilan.
Antusiasme peserta juga terlihat dari kehadiran aktivis mahasiswa PMII dan HMI serta sejumlah tokoh masyarakat. Mereka terlibat dalam pertukaran gagasan mengenai bagaimana nilai-nilai keadilan sosial tidak berhenti sebagai wacana intelektual, tetapi dapat diterjemahkan menjadi kebijakan publik yang menyentuh kebutuhan masyarakat Kabupaten Cirebon.
Waswin: Diskusi Publik Akan Menjadi Agenda Rutin
Sekretaris DPC PKB Kabupaten Cirebon, Waswin Janata,SH mengatakan kegiatan diskusi publik semacam ini tidak akan berhenti pada satu agenda. Pihaknya berencana menjadikannya sebagai kegiatan rutin, baik bulanan maupun tiga bulanan.
Menurut Waswin, ruang dialog diperlukan untuk mempertemukan berbagai pemikiran dan kepentingan, sekaligus menjaga iklim intelektual agar kehidupan politik tidak kehilangan substansi.
Ia juga berencana menghadirkan berbagai elemen dalam setiap forum, mulai dari elite lintas partai politik, organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, hingga kalangan mahasiswa.
"Ke depan, kegiatan seperti ini akan kami dorong menjadi agenda rutin, bisa setiap bulan atau tiga bulan sekali. Kami ingin menjadikannya sebagai ruang bertukar ide dan gagasan, sekaligus menjaga kewarasan berpikir dalam kehidupan politik," ujar Waswin.
Ia menambahkan, keterlibatan berbagai elemen masyarakat penting agar tidak muncul jarak antara pemegang kekuasaan dan rakyat yang diwakilinya.
"Forum ini harus menjadi ruang pertemuan semua kalangan. Kami ingin elite politik, organisasi kemasyarakatan, pemuda, dan mahasiswa bisa duduk bersama, berdiskusi, serta menyampaikan gagasan. Jangan sampai ada jarak antara mereka yang memegang kekuasaan dengan masyarakat," tegasnya.
Menurutnya, politik seharusnya menjadi sarana untuk memperjuangkan kepentingan publik. Karena itu, ruang dialog dan pertukaran pemikiran perlu terus dihidupkan agar kebijakan yang lahir tidak tercerabut dari persoalan nyata di tengah masyarakat.
Suasana diskusi semakin semarak dengan penampilan musisi Cirebon, Kang Cheppy Oi. Melalui karya-karya musik bernuansa kritis dan humanis, ia turut menghidupkan suasana sekaligus menyampaikan pesan tentang kepedulian sosial dan keberpihakan terhadap masyarakat.
Melalui agenda tersebut, DPC PKB Kabupaten Cirebon berupaya membuka ruang politik yang lebih inklusif, kritis, dan dekat dengan masyarakat. Sebab, politik yang sehat bukan hanya tentang siapa yang berkuasa, melainkan sejauh mana kekuasaan mampu menghadirkan keadilan dan memperjuangkan kepentingan rakyat.
Editor : Rebecca
Artikel Terkait
