Memayu Buyut Trusmi, Merawat Warisan Leluhur Lewat Tradisi Ganti Welit dan Arak-arakan Budaya

Riant Subekti
Bagi masyarakat Trusmi, ganti welit mengandung filosofi tentang pembaruan, kepedulian terhadap warisan leluhur, sekaligus penanda pergantian musim menuju datangnya musim penghujan. Foto : Istimewa

Lebih dari sekadar perayaan, Memayu Buyut Trusmi menjadi ruang pertemuan antara sejarah, adat istiadat, kesenian, dan kehidupan sosial masyarakat. Tradisi ini memperlihatkan bagaimana nilai-nilai leluhur tetap dirawat di tengah perubahan zaman.

Anidi berharap, masyarakat tidak hanya memandang Memayu sebagai agenda budaya tahunan, tetapi juga memiliki kesadaran untuk menjaga setiap nilai dan filosofi yang terkandung di dalamnya.

Menurutnya, pelestarian tradisi membutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat, terutama generasi muda, agar warisan budaya Trusmi tidak berhenti sebagai cerita masa lalu.

Sebab, selama tradisi masih dijalankan, nilai-nilai leluhur tetap memiliki ruang untuk hidup. Memayu Buyut Trusmi pun menjadi pengingat bahwa identitas budaya bukan hanya tentang apa yang diwariskan, melainkan juga tentang bagaimana sebuah generasi merawat dan meneruskannya kepada generasi berikutnya.

Editor : Rebecca

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network