CIREBON, iNewsCirebon.id– Pertandingan catur simultan open non-master dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia berlangsung menarik di Kampus SMKN 1 Gunung Jati, Kabupaten Cirebon, Jumat (14/8/2026).
Dalam pertandingan yang mengusung konsep “satu lawan banyak” tersebut, Sekretaris Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kabupaten Cirebon yang juga Plt. Kepala SMKN 1 Gunung Jati, Drs. Didi Isbandi, turun langsung menghadapi 15 peserta sekaligus.
Pertandingan berlangsung sengit selama kurang lebih dua jam. Didi harus berpindah dari satu papan ke papan lainnya untuk menghadapi para penantang yang berasal dari berbagai kalangan.
Hasilnya, dari 15 peserta yang menjadi lawan Didi Isbandi, satu peserta berhasil mengalahkan Didi, sementara satu peserta lainnya mampu menahan permainan dengan hasil remis.
Sedangkan 13 peserta lainnya harus mengakui keunggulan dan ketangguhan Didi Isbandi dalam pertandingan simultan tersebut.
Didi mengatakan, pertandingan tersebut bukan semata-mata untuk mencari siapa yang menang atau kalah. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan sekaligus meningkatkan minat masyarakat terhadap olahraga catur.
“Pertandingan simultan seperti ini menjadi tantangan tersendiri karena kita menghadapi banyak pemain dalam waktu yang bersamaan. Yang terpenting adalah bagaimana kita menjunjung sportivitas dan menjadikan pertandingan ini sebagai ajang silaturahmi,” ujar Didi.
Menurutnya, catur merupakan olahraga yang tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis, tetapi juga konsentrasi, ketelitian, kesabaran, serta kemampuan mengambil keputusan dengan cepat dan tepat.
“Catur mengajarkan kita untuk berpikir sebelum melangkah. Setiap langkah harus diperhitungkan karena akan menentukan langkah berikutnya. Nilai-nilai seperti ini juga penting untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Ia mengapresiasi seluruh peserta yang berani mengikuti pertandingan simultan tersebut. Terlebih, para peserta tidak hanya datang untuk bertanding, tetapi juga menunjukkan semangat dan kecintaan mereka terhadap olahraga catur.
Pertandingan selama dua jam tersebut berlangsung penuh konsentrasi. Para peserta terlihat serius mengamati setiap pergerakan bidak di papan catur, sementara Didi Isbandi harus mengatur strategi menghadapi 15 papan secara bergantian.
Meski akhirnya 13 peserta harus mengakui keunggulan Didi, keberhasilan satu peserta mengalahkan penantang dan satu peserta lainnya meraih hasil remis menunjukkan bahwa pertandingan berlangsung kompetitif.
Didi menilai hasil tersebut justru menjadi bukti bahwa olahraga catur di Kabupaten Cirebon memiliki potensi untuk terus dikembangkan.
“Kita melihat ada kemampuan yang cukup bagus dari para peserta. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini bisa menjadi motivasi bagi mereka untuk terus berlatih dan mengikuti pertandingan-pertandingan berikutnya,” tuturnya.
Ia berharap kegiatan catur tidak hanya dilaksanakan dalam momentum peringatan HUT Kemerdekaan, tetapi dapat menjadi agenda rutin untuk menjaring dan membina pecatur potensial, khususnya generasi muda.
“Harapannya olahraga catur semakin diminati masyarakat. Dari kegiatan seperti ini kita bisa melihat bibit-bibit yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi atlet berprestasi,” ujarnya.
Pertandingan catur simultan tersebut pun menjadi salah satu kegiatan positif dalam menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Selain menjadi ajang adu strategi, kegiatan ini sekaligus mempererat persaudaraan antarpencinta catur di Kabupaten Cirebon.
Dengan semangat “Junjung Tinggi Sportivitas dan Persaudaraan”, laga catur simultan di SMKN 1 Gunung Jati diharapkan mampu mendorong semakin berkembangnya olahraga catur serta melahirkan pecatur-pecatur berprestasi dari Kabupaten Cirebon.
Editor : Rebecca
Artikel Terkait
