Sering Bikin Waswas, Dokter Ungkap Hobi Selingkuh Bikin Risiko Serangan Jantung Melonjak!

Niko Prayoga
Perilaku selingkuh ternyata tidak hanya merusak hubungan asmara dan melanggar nilai moral, tetapi juga menyimpan bahaya tersembunyi bagi kesehatan organ vital. Foto: Huffingtonpost

JAKARTA, iNewsCirebon.id — Perilaku selingkuh ternyata tidak hanya merusak hubungan asmara dan melanggar nilai moral, tetapi juga menyimpan bahaya tersembunyi bagi kesehatan organ vital. Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, dr. Bobby Arfhan Anwar, mengungkapkan bahwa orang yang gemar berselingkuh memiliki potensi lebih tinggi terkena serangan jantung dibandingkan mereka yang setia pada pasangan resminya.

Melalui edukasi di media sosial miliknya, dr. Bobby menjelaskan bahwa kondisi ini dipicu oleh beban stres kronis yang dialami para pelaku perselingkuhan. Rasa takut rahasianya terbongkar, cemas tertangkap basah, hingga rasa bersalah akibat terus-menerus berbohong dapat memicu lonjakan hormon stres seperti adrenalin dan kortisol di dalam tubuh.

Dampak dari lonjakan hormon stres tersebut sangat nyata bagi sistem kardiovaskular. Tekanan darah akan melonjak naik, denyut jantung berdetak lebih cepat, timbul peradangan dalam tubuh, kualitas tidur memburuk, hingga meningkatkan risiko gangguan irama jantung (aritmia).

Risiko ini kian mengkhawatirkan jika perselingkuhan sudah mengarah pada aktivitas seksual. dr. Bobby menilai bahwa hubungan intim yang dilakukan dalam kondisi emosi yang sangat tegang karena dibayangi ketakutan dapat melipatgandakan beban kerja jantung. Bagi individu yang sudah memiliki riwayat penyakit jantung atau penyempitan pembuluh darah koroner, lonjakan emosi ekstrem saat berhubungan seksual ini berpotensi menjadi pemicu utama serangan jantung mendadak.

Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk meninggalkan kebiasaan berselingkuh dan membangun hubungan yang sehat, terbuka, serta jujur dengan pasangan. Hubungan harmonis tanpa rahasia terbukti efektif menekan tingkat stres, menjaga kesehatan mental, dan menurunkan risiko penyakit jantung. Menjaga kesetiaan tidak hanya penting dari sudut pandang moral dan agama, tetapi juga demi ketenangan pikiran dan kesehatan jantung jangka panjang.

Editor : Vitrianda Hilba Siregar

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network