Dari Pawai Budaya, PORSENITAS, hingga Pesta Rakyat Depan Balai Kota pada Hari Jadi Cirebon ke 599

Riant Subekti
Kemeriahan pesta rakyat di depan balaikota Cirebon peringati hari jadi Cirebon ke 599 . Foto : Riant Subekti

Sebanyak 818 atlet dari 10 daerah mengikuti 14 cabang olahraga dengan 45 nomor pertandingan yang memperebutkan 366 medali.

Selain pertandingan olahraga, sebanyak 1.344 peserta ikut dalam kirab budaya dan defile yang menampilkan kekayaan seni dan budaya masing-masing daerah.

Ketua Sekretariat Bersama KUNCI BERSAMA Periode 2025-2030, Dian Rachmat Yanuar, mengatakan bahwa PORSENITAS bukan semata kompetisi.

"Mari kita jadikan PORSENITAS dan pameran produk UMKM ini sebagai momentum untuk memperkuat sinergi antar daerah, memperkuat jejaring, dan yang lebih penting memperkuat silaturahmi serta persahabatan," ujarnya.

Menurutnya, kemenangan dalam perlombaan bukanlah tujuan utama.

"Menang kalah adalah bagian dari perlombaan, tetapi persahabatan yang terjalin akan menjadi kenangan dan kekuatan yang jauh lebih berharga," katanya.

UMKM Menjadi Kekuatan Kawasan

Pameran Produk Unggulan Daerah menjadi salah satu daya tarik utama. Berbagai produk UMKM, kerajinan, makanan khas, hingga ekonomi kreatif dari daerah anggota KUNCI BERSAMA dipamerkan kepada masyarakat.

Dian menyebut di balik setiap produk yang dipamerkan tersimpan cerita panjang perjuangan para pelaku usaha.

"Di balik setiap produk yang dipamerkan, tersimpan cerita-cerita panjang tentang kerja keras para pelaku UMKM, petani, pengrajin, pelaku ekonomi kreatif, dan masyarakat yang tidak pernah berhenti berkarya," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa masa depan pembangunan daerah hanya dapat dicapai melalui kolaborasi.

"Masa depan dibangun melalui satu kata kunci, yakni kolaborasi," tegasnya.

Cirebon dan Filosofi Caruban

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menegaskan bahwa penyelenggaraan PORSENITAS memiliki makna lebih besar dibanding sekadar kompetisi olahraga.

"Melalui kegiatan ini, kita sedang membangun paradigma bahwa daerah tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, tetapi tumbuh bersama melalui tata kelola kolaboratif," ujarnya.

Menurutnya, filosofi Caruban yang berarti perpaduan menjadi dasar penting pembangunan kawasan.

"Secara historis dan sosiologis, Caruban bermakna perpaduan. Kota Cirebon lahir dari dialektika berbagai latar belakang sosial. Karena itu, batas wilayah administrasi tidak boleh menjadi pembatas sirkulasi ekonomi, gagasan, maupun pelayanan publik," kata Wali Kota.

Editor : Rebecca

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network