KAI Sulap Stasiun Cirebon Jadi Galeri Seni, 15 Pelukis Unjuk Karya di Tengah Aktivitas Penumpang

Riant Subekti
Nglukis on Station, Pameran Seni Rupa, dan Sapa Pelanggan tersebut menjadi salah satu upaya KAI menghadirkan pengalaman berbeda bagi masyarakat yang beraktivitas di stasiun. Foto : Riant Subekti

CIREBON, iNewsCirebon.id– Suasana berbeda terlihat di Stasiun Cirebon. Di tengah aktivitas penumpang yang datang dan pergi, ruang stasiun kini menjadi tempat bertemunya seni, budaya, dan interaksi antara pelanggan dengan jajaran PT Kereta Api Indonesia (Persero).

Melalui gelaran KAI Mini Fair Daop 3 Cirebon, Rabu (30/9/2026), KAI menghadirkan sejumlah kegiatan kreatif, mulai dari melukis bersama, pameran karya seni rupa, hingga menyapa langsung para pengguna jasa kereta api.

Program yang dikemas melalui Nglukis on Station, Pameran Seni Rupa, dan Sapa Pelanggan tersebut menjadi salah satu upaya KAI menghadirkan pengalaman berbeda bagi masyarakat yang beraktivitas di stasiun.

Kegiatan ini dihadiri Komisaris KAI Wisata, Kepala Daerah Operasi 3 Cirebon, Deputy Daerah Operasi 3 Cirebon, serta jajaran manajemen dan pegawai KAI Daop 3 Cirebon.

Tak sekadar menjadi tempat keberangkatan dan kedatangan kereta, Stasiun Cirebon dalam kegiatan tersebut dimanfaatkan sebagai ruang publik untuk memperkenalkan kekayaan budaya daerah sekaligus memberikan kesempatan kepada seniman lokal menampilkan karya mereka.

Salah satu agenda yang melibatkan langsung pelanggan adalah Sapa Pelanggan. Jajaran manajemen KAI Daop 3 Cirebon turun menyambangi pengguna jasa, memberikan souvenir, sekaligus membuka ruang dialog mengenai pengalaman mereka selama menggunakan layanan kereta api.

Pelanggan juga diberikan kesempatan menyampaikan testimoni serta masukan terkait fasilitas dan pelayanan di Stasiun Cirebon. Berbagai tanggapan tersebut menjadi bahan evaluasi perusahaan dalam meningkatkan kualitas layanan.

Sementara itu, kegiatan Nglukis on Station menghadirkan suasana artistik di lingkungan stasiun. Pembukaan dilakukan secara simbolis melalui goresan pertama pada kanvas lukis dan pahatan awal pada karya relief kriya handmade.

Sebanyak 15 seniman lukis sketsa turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Kehadiran mereka menjadi daya tarik tersendiri bagi pelanggan yang dapat menyaksikan secara langsung proses kreatif di tengah aktivitas perjalanan.

Tidak hanya menghadirkan kegiatan melukis, KAI Mini Fair juga menampilkan beragam karya seni lokal. Di antaranya lukisan kaca hasil karya Darmono serta kriya handmade berbahan logam karya Budhi Brasco yang dipamerkan di selasar Stasiun Cirebon.

Pameran tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan seni tradisional dan kreativitas perajin Cirebon kepada masyarakat luas, termasuk para pelanggan dari luar daerah.

Nuansa budaya semakin terasa melalui kolaborasi KAI Daop 3 Cirebon bersama Dinas Kebudayaan Kota Cirebon yang menghadirkan pameran Topeng Cirebon. Kesenian tradisional ini menjadi salah satu representasi kekayaan budaya yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat setempat.

Kolaborasi lainnya melibatkan Cirebon Culture Expo Mahasiswa PPG Calon Guru 2026 UMC. Dalam kesempatan itu, mahasiswa menampilkan maket Stasiun Cirebon serta maket peta wilayah Cirebon dan sekitarnya yang dibuat menggunakan bahan bubur kertas.

Karya tersebut memperlihatkan kreativitas mahasiswa dalam mengolah bahan sederhana menjadi media visual yang menggambarkan identitas ruang dan wilayah Cirebon.

Pengunjung juga disuguhkan pertunjukan tari topeng oleh Sanggar Seni Sekar Pandan. Penampilan ini menjadi hiburan sekaligus sarana memperkenalkan seni pertunjukan tradisional kepada masyarakat yang berada di lingkungan stasiun.

Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, mengatakan kegiatan KAI Mini Fair merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendekatkan diri kepada pelanggan sekaligus memberikan ruang bagi seniman dan komunitas budaya untuk memperkenalkan karya mereka.

Menurutnya, stasiun memiliki potensi lebih luas sebagai ruang interaksi masyarakat, bukan hanya sebagai fasilitas transportasi.

“Melalui KAI Mini Fair ini, kami ingin menghadirkan pengalaman yang lebih dari sekadar perjalanan kereta api. Pelanggan dapat berinteraksi langsung dengan jajaran KAI, menyampaikan pengalaman dan masukannya, sekaligus menikmati karya seni dan pertunjukan budaya Cirebon di lingkungan stasiun,” ujar Muhibbuddin.

Ia menambahkan, keterlibatan seniman, komunitas, dan pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam memperkuat upaya pelestarian budaya lokal.

KAI berharap kegiatan serupa dapat terus menjadi wadah promosi seni dan budaya Cirebon, terutama bagi masyarakat dari berbagai daerah yang melintasi Stasiun Cirebon.

“Dengan kolaborasi ini, stasiun tidak hanya menjadi tempat mobilitas, tetapi juga dapat menjadi ruang apresiasi, interaksi, dan pelestarian budaya,” tutupnya.

Editor : Rebecca

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network