JAKARTA, iNewsCirebon.id - Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri terus memperkuat strategi pemberantasan judi online di Indonesia dengan menjalin sinergi ketat bersama sektor perbankan.
Langkah ini difokuskan pada penguatan fungsi pencegahan, di mana pihak bank diminta untuk lebih waspada terhadap pola transaksi mencurigakan dan memperketat prosedur pembukaan rekening.
Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Brigjen Himawan Bayu Aji, menegaskan bahwa perbankan memegang peranan vital dalam menutup celah yang sering dimanfaatkan oleh para pelaku kejahatan.
Dalam upaya ini, Polri meminta institusi perbankan untuk menerapkan prinsip Know Your Customer (KYC) dan Anti-Money Laundering (Anti-Pencucian Uang) secara lebih menyeluruh.
Perbankan diharapkan memiliki sistem deteksi dini yang mumpuni agar tidak ada lagi rekening yang lolos dari pengawasan dan digunakan sebagai sarana operasional perjudian. Keberadaan sistem peringatan dini ini menjadi instrumen krusial untuk membatasi ruang gerak para pelaku yang mencoba menyalahgunakan sistem keuangan nasional.
Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta
Artikel Terkait
