CIREBON, iNewsCirebon.id - Membaca doa Qunut shalat Witir merupakan salah satu sunnah yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam.
Secara teknis, doa ini dibaca pada rakaat terakhir shalat Witir, tepatnya setelah bangun dari rukuk (iktidal). Praktik ini didasarkan pada doa yang diajarkan Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam kepada cucu beliau, Al-Hasan bin Ali radhiyallahu 'anhuma.
Hukum dan Ketentuan Waktu
Penting untuk dipahami bahwa hukum Qunut Witir adalah sunnah, bukan wajib. Artinya, siapa pun yang mengerjakannya akan mendapatkan pahala, namun jika ditinggalkan, shalatnya tetap sah dan tidak berdampak apa pun.
Doa ini boleh dibaca setiap malam, baik bagi mereka yang melaksanakan Witir di awal malam, tengah malam, maupun di akhir malam. Bahkan, bagi seorang imam, sesekali meninggalkan Qunut adalah hal yang dibolehkan agar makmum memahami bahwa amalan ini memang tidak bersifat wajib.
Lafaz Doa Qunut Witir
Berikut adalah bacaan utama doa Qunut sesuai riwayat hadis:
اللَّهمَّ اهدِني فيمن هديت، وعافِني فيمن عافيتَ، وتولَّني dalam men تولَّيتَ، وبارِك لي فيما أعطيتَ، وقني شرَّ ما قضيتَ، إنَّكَ تقضي ولا يقضى عليْكَ، وإنَّهُ لا يذلُّ من واليتَ، ولا يعزُّ من عاديتَ، تبارَكتَ ربَّنا وتعاليتَ
Allahummah dinii fiiman hadaiit, wa 'aafinii fiman 'aafaiit, watawallanii fiiman tawallaiit, wabaarik lii fiimaa a’thaaiit, waqinii syarra maa qadhaiit, fa innaka taqdhii walaa yuqdhaa ‘alaiik, innahuu laa yadzillu man waalaiit, walaa ya’izzu man ‘aadaiit, tabaarakta Rabbanaa wata’aalaiit.
Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta
Artikel Terkait
